Audit BPK: Kerugian Negara Rp1,1 Triliun dalam Proyek Pengadaan Vaksin Covid-19, Sebut Bio Farma dan Indofarma

Audit BPK: Kerugian Negara Rp1,1 Triliun dalam Proyek Pengadaan Vaksin Covid-19, Sebut Bio Farma dan Indofarma

Audit BPK proyek vaksin Covid-19--disway.id

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Penanganan pandemi Covid-19 menyisakan catatan kelam bagi pemerintah. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), negara diduga mengalami kerugian hingga Rp1,1 triliun dalam sejumlah proyek pengadaan vaksin Covid-19.

Temuan ini diungkap oleh Indonesian Audit Watch (IAW) dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus.

Ia merujuk pada laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK yang dirilis sepanjang tahun 2023 hingga 2024.

BACA JUGA:Bikin Geger, Menu Makan Bergizi Gratis Perdana di SMKN Tambakboyo Tuban Berisi Belatung

4 Kasus Pengadaan Vaksin

Menurut IAW, terdapat empat kasus utama yang berpotensi merugikan negara. Kasus-kasus ini melibatkan dua BUMN farmasi, yakni PT Bio Farma dan anak usahanya PT Indofarma.

1. Vaksinasi Gotong Royong, Nilai Kerugian Rp525 Miliar

Berdasarkan LHP BPK No. 56/AUDITAMA VII/PDTT/05/2023 tertanggal 8 Mei 2023, disebutkan bahwa lebih dari 3,2 juta dosis vaksin Sinopharm tidak terserap hingga akhir November 2022.

Vaksin tersebut kini mendekati masa kedaluwarsa setelah kebijakan vaksinasi nasional berubah dari berbayar menjadi gratis.

Akibat pengelolaan stok yang tidak optimal, nilai potensi kerugian ditaksir mencapai Rp525,18 miliar.

2. Pembelian Bahan CpG-1018 Tanpa Dasar Kebutuhan Teknis

Dalam LHP PDTT No. 03/AUDITAMA/II/PDTT/02/2024, BPK mencatat bahwa Bio Farma mengeluarkan dana Rp225 miliar untuk membeli bahan adjuvant CpG‑1018 guna pengembangan vaksin IndoVac.

Pembelian dilakukan sebelum ada izin edar dari BPOM dan tanpa dokumen pendukung kebutuhan teknis. Hal ini mengakibatkan stok bahan adjuvant menumpuk dan tidak digunakan hingga proses audit dilakukan.

IAW menilai kasus ini sebagai bentuk nyata belanja publik tanpa dasar ilmiah dan perencanaan matang.

BACA JUGA:Resmi! Johan Bakayoko Gabung RB Leipzig, Siap Bawa Angin Segar di Bundesliga

3. Proyek Vaksin Merah Putih

Vaksin Merah Putih yang dikembangkan melalui kolaborasi Lembaga Eijkman dan Bio Farma juga menjadi sorotan.

Dalam LHP PDTT No. 05/AUDITAMA/III/PDTT/03/2024, BPK mengungkap adanya penyaluran dana sebesar Rp9,13 miliar ke Bio Farma.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: