Audit BPK Ungkap Potensi Kerugian Rp225 Miliar di Bio Farma Akibat Vaksin IndoVac

 Audit BPK Ungkap Potensi Kerugian Rp225 Miliar di Bio Farma Akibat Vaksin IndoVac

Audit BPK Ada potensi kerugian negara Rp225 Miliar pembuatan vaksin Idovac PT Bio Farma--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan potensi kerugian besar yang dialami PT Bio Farma (Persero) dalam pengadaan vaksin COVID-19 buatan lokal, IndoVac.

Dalam laporan resmi hasil audit, BPK mencatat adanya bahan baku vaksin yang tidak terpakai senilai Rp225 miliar.

Temuan ini memicu pertanyaan serius tentang pengelolaan anggaran di tubuh BUMN strategis tersebut.

Bahan baku yang dimaksud adalah cytosine phosphoguanine (CpG), yang dibeli sebanyak 24,5 kilogram untuk target produksi 20 juta dosis vaksin.

BACA JUGA:Video Viral! Polisi Maluku Utara Histeris Saat Dijemput Propam di Ternate, Jadi Tontonan Warga

Namun, realisasi penjualan vaksin IndoVac ternyata jauh dari ekspektasi. Alhasil, sebanyak 15.038,60 gram CpG belum terpakai dan kini berpotensi mubazir.

"Kondisi tersebut mengakibatkan timbulnya potensi kerugian keuangan perusahaan senilai Rp225.019.281.532,36 karena belum ada kepastian penjualan vaksin IndoVac di tahun 2023," demikian tertulis dalam Laporan Audit BPK Nomor 56/AUDITAMA VII/PDTT/05/2023 tertanggal 8 Mei 2023 dilansir dari IKNPOS.id, Kamis 17 Juli 2025.

Pengadaan Tanpa Kepastian Pasar

Bio Farma disebut terlalu optimistis dalam menyusun proyeksi bisnis. Keputusan untuk memesan CpG dalam jumlah besar diambil tanpa kontrak atau komitmen penyerapan dari pemerintah. BPK menilai keputusan ini diambil hanya berdasarkan "justifikasi bisnis" semata.

Padahal, kala itu belum ada kepastian dari pemerintah terkait pembelian vaksin IndoVac. Dengan kata lain, perusahaan seperti berjudi menggunakan dana publik dari hasil pajak rakyat.

Masih dalam laporan BPK, menanggapi temuan tersebut, Direktur Utama Bio Farma saat itu, Honesti Basyir, menyatakan bahwa sisa CpG senilai ratusan miliar itu masih akan digunakan. Produksi vaksin akan dilakukan menyesuaikan kebutuhan nasional, terutama jika ada skema penugasan dari pemerintah.

BACA JUGA:Selebgram Lisa Mariana Diperiksa Bareskrim Buntut Laporan Ridwan Kamil

“Sisa CpG yang belum terserap sebesar Rp225 miliar akan digunakan untuk produksi vaksin IndoVac sesuai kebutuhan dalam negeri,” tulis BPK mengutip tanggapan perusahaan.

Meski begitu, belum ada kejelasan lebih lanjut soal skema penugasan maupun potensi penjualan vaksin tersebut.

DPR Pernah Ingatkan Soal IndoVac

Jauh sebelum temuan ini muncul, peringatan keras sudah disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Bio Farma pada November 2022. Politisi Gerindra ini memprediksi IndoVac akan mubazir seiring menurunnya kasus COVID-19.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: