Heboh! Jepang Bakal Blacklist Pekerja Indonesia di 2026, Begini Respons KBRI Tokyo

Heboh! Jepang Bakal Blacklist Pekerja Indonesia di 2026, Begini Respons KBRI Tokyo

Gunung Fuji Jepang-tangkapan layar-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo secara resmi membantah kabar viral yang menyebut bahwa Jepang akan menghentikan penerimaan pekerja Indonesia pada tahun 2026.

Kabar yang menyebutkan Indonesia akan masuk daftar hitam (blacklist) ini dipastikan tidak benar dan menyesatkan.

Melalui siaran pers yang dirilis pada Selasa, 15 Juli 2025, KBRI menegaskan bahwa tidak ada pernyataan resmi dari Pemerintah Jepang mengenai rencana tersebut, dan isu itu bukan bagian dari pembahasan diplomatik antara kedua negara.

"Beredar informasi yang tidak benar bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun terakhir masuknya pekerja Indonesia ke Jepang. Pemerintah Jepang tidak pernah menyampaikan hal tersebut, dan isu ini bukan bagian dari pembahasan resmi antara Pemerintah Indonesia dan Jepang," ujar KBRI Tokyo dalam keterangan tertulis, Selasa (15/7/2025)

Isu Bermula dari Video Viral di TikTok

Isu ini mencuat setelah sebuah video dari akun TikTok @isuul14 viral dengan narasi bahwa "2026 adalah kesempatan terakhir bagi WNI untuk bekerja di Jepang" dan "Indonesia akan di-blacklist".

BACA JUGA:Viral! Pemuda Selebrasi Joget Pacu Jalur di Tol Lampung, Polda Lampung Tilang Rp750 Ribu

BACA JUGA:Resmi Pacaran! Estella Loupatty Dukung Jens Raven Gabung Bali United

Video tersebut telah ditonton lebih dari 4,1 juta kali dan memicu keresahan, terutama di kalangan calon pekerja migran Indonesia.

Namun, KBRI Tokyo menyatakan bahwa narasi tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan hanya menyebarkan kecemasan publik tanpa data yang sahih.

Fakta: WNI Tetap Diterima dan Diakui di Jepang

Per Desember 2024, jumlah WNI di Jepang mencapai 199.824 orang, atau sekitar 5% dari total warga asing di negara tersebut. Angka ini justru meningkat lebih dari 15% dalam enam bulan terakhir.

Mayoritas WNI bekerja di berbagai sektor strategis, seperti industri, pertanian, jasa, dan kesehatan, serta lebih dari 7.000 pelajar dan mahasiswa menempuh pendidikan di Jepang.

KBRI menekankan bahwa para WNI juga turut serta dalam program “Inisiatif Penerimaan Warga Asing dan Terwujudnya Masyarakat yang Hidup Berdampingan dan Harmonis” yang digagas Pemerintah Jepang, sebagai wujud kontribusi positif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait