Viral Video Guru SDN 3 di Bolmut Ngamuk Pecahkan Kaca Sekolah Usai Ditegur karena Jarang Ngajar

Viral Video Guru SDN 3 di Bolmut Ngamuk Pecahkan Kaca Sekolah Usai Ditegur karena Jarang Ngajar

Tangkapan layar guru yang ngamuk akibat ditegur karena jarang ngajar--

BOLAANG MONGONDOW UTARA, RADARPENA.CO.ID — Dunia pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kembali tercoreng. Seorang oknum guru berinisial FM, yang mengajar di SDN 3 Kaidipang, menjadi sorotan publik setelah aksinya memicu keributan internal dan diduga jarang masuk mengajar.

Insiden ini memuncak ketika FM secara emosional mengamuk di ruang dewan guru, memarahi rekan sejawatnya yang berinisial L.B., yang diketahui bertugas mencatat kehadiran ASN di sekolah.

Aksi FM yang berteriak-teriak di depan guru lain, terjadi saat proses belajar mengajar tengah berlangsung, sehingga sempat mengganggu kenyamanan lingkungan sekolah.

BACA JUGA:Waspada! Ini Cara Cek Modus Penipuan Link Palsu BSU

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bolmut. Namun, sikap salah satu oknum ASN di dinas tersebut justru menambah kekecewaan.

Saat menerima laporan, oknum tersebut terkesan menyepelekan insiden yang terjadi, bahkan memberikan respons santai dengan logat Manado.

“Sudah jo cuma bagitu le, tidak usah dilapor, itu hanya hal kecil.”

Pernyataan ini menuai reaksi keras dari keluarga guru L.B., yang merasa institusi pendidikan tidak serius menanggapi kekisruhan internal di sekolah.

Anti Mokodompis, anak dari guru L.B., menyampaikan keberatan keras atas sikap Dinas Pendidikan. Ia mewakili keluarga besar menuntut agar Bupati Bolmut dan Kepala Dinas Pendidikan tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum FM.

BACA JUGA:Buntut Korupsi Chromebook Rp9,9 T yang Seret Nadiem Makarim, Eks CEO GoTo Andre Soelistyo Digarap Kejagung

“Kami minta Kadis Pendidikan dan Bupati Bolmut segera bertindak. Jika hal ini dibiarkan, bisa berdampak negatif bagi lingkungan sekolah dan peserta didik,” ujar Anti dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (14/7/2025).

Kasus ini membuka kembali diskusi soal disiplin ASN di sektor pendidikan, terutama di wilayah-wilayah pelosok.

Ketidakhadiran guru secara rutin, apalagi konflik internal yang melibatkan kekerasan verbal, berpotensi merusak ekosistem belajar dan merugikan siswa.

Warga dan orang tua murid berharap insiden ini tidak dianggap sepele dan menjadi evaluasi menyeluruh terhadap kinerja serta integritas tenaga pendidik di Bolmut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: