Wacana Haji Jalur Laut Mengemuka, Begini Respon Anggota Pansus Haji

Wacana Haji Jalur Laut Mengemuka, Begini Respon Anggota Pansus Haji

Ilustrasi ibadah haji-Pexels/ Yasir Gurbuz-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Wacana pemerintah untuk membuka kembali penyelenggaraan ibadah haji melalui jalur laut menuai respons dari kalangan legislatif.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Haji 2024, Luluk Nur Hamidah, menilai opsi ini belum mendesak dan justru perlu dievaluasi secara menyeluruh sebelum diterapkan.

Menurut Luluk, penyelenggaraan haji di Indonesia seharusnya lebih difokuskan pada perbaikan layanan haji jalur udara yang sudah tersedia saat ini.

BACA JUGA:Skandal Pemalsuan Beras, Ini Daftar 10 Perusahaan Diduga Lakukan Kecurangan

“Kalau konteksnya sekadar paket khusus untuk mereka yang ingin merasakan romantisme masa lalu, ya silakan. Tapi kalau dijadikan alternatif resmi, ya harus benar-benar dipikirkan matang,” ujarnya di Jakarta, Minggu (13/7/2025).

Luluk juga menyoroti ketimpangan dalam pengelolaan transportasi udara selama musim haji. Ia menilai ketergantungan terhadap satu maskapai nasional membuat pelayanan tidak maksimal.

“Kita punya banyak maskapai domestik, kenapa tidak dilibatkan? Selama ini kan seperti monopoli, dan ternyata tidak bisa memenuhi kebutuhan jamaah. Itu harus dievaluasi,” tegas politisi perempuan ini.

Baginya, perbaikan manajemen dan pengawasan penerbangan haji jauh lebih prioritas daripada membuka wacana jalur laut.

Meski tidak menolak sepenuhnya, Luluk menilai bahwa haji jalur laut lebih cocok dikembangkan sebagai paket tambahan atau pengalaman spiritual, bukan sebagai jalur utama pengangkutan jamaah.

BACA JUGA:Pemerintah Tegaskan: Bansos Bukan Solusi Jangka Panjang Atasi Kemiskinan

“Misalnya, ada biro wisata religi yang menawarkan konsep haji ala zaman dulu, dari Madinah ke Makkah jalan kaki, atau naik kapal laut seperti masa Rasulullah—itu bisa saja, tapi sifatnya opsional,” jelasnya.

Ia menegaskan, pembukaan jalur laut tidak boleh didasari oleh alasan ketidakmampuan pengelolaan jalur udara.

“Kalau karena kita tidak mampu mengelola jalur udara dengan baik, lalu malah membuka opsi laut, itu yang berbahaya. Perlu kajian dan evaluasi mendalam,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengakui bahwa kajian haji jalur laut masih jauh dari final.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: