Kecelakaan Truk Terguling ke Jurang di Toraja Utara, 8 Orang Tewas
Kecelakaan truk di Toraja Utara-tangkapan layar-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kecelakaan maut kembali mengguncang wilayah pegunungan Toraja Utara, Sulawesi Selatan, pada Sabtu sore, 12 Juli 2025.
Sebuah truk bak terbuka yang mengangkut belasan penumpang terguling di jalan curam dan sempit di kawasan To’ Nanakan, Sareale, Kecamatan Tikala, mengakibatkan 8 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.
Truk yang mengangkut sekitar 20 warga tersebut disebut baru saja pulang dari pesta adat kematian Rambu Solo’, salah satu tradisi paling sakral dan besar di Tanah Toraja.
Diduga Kelebihan Muatan dan Medan Ekstrem Jadi Pemicu
Menurut keterangan awal dari warga sekitar, truk berwarna kuning itu dikemudikan oleh kernet atau pendamping sopir saat melewati jalan menurun dengan tikungan tajam.
Penggunaan kendaraan bak terbuka untuk transportasi massal memang masih marak di wilayah pegunungan karena keterbatasan moda transportasi.
BACA JUGA:Jelang Piala AFF U23 2025, Coach Vanenburg Coret 5 Pemain dari Skuad Timnas Indonesia
BACA JUGA:Viral! Ridwan Kamil Protes Delay Super Air Jet di Ngurah Rai, Petugas Minta Maaf
Truk nahas itu hilang kendali dan terjun ke jurang. Dari peristiwa tragis tersebut, 4 korban dilaporkan meninggal di tempat, sementara lainnya sempat mendapat perawatan namun nyawanya tak tertolong, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 8 orang.
Evakuasi Dramatis Terekam Video Warga
Video amatir dari lokasi kejadian tersebar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak warga bergotong-royong melakukan evakuasi manual di medan terjal.
Proses ini berlangsung dramatis karena posisi truk berada di tebing sempit yang menyulitkan akses alat berat.
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Identifikasi Korban
Kapolres Toraja Utara menyatakan bahwa pihaknya bersama tim gabungan saat ini masih melakukan proses identifikasi korban dan penyelidikan penyebab kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada kelalaian pengemudi serta kondisi kendaraan yang tidak layak untuk membawa banyak penumpang di jalur berbahaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: