Miris! Pasien Pulau Mandangin Naik Kapal Tradisional ke RS, Ambulance Boat Mangkrak Tak Ada Anggaran BBM
Tangkapan layar pasien kritis diangkut dengan kapal tradisional hasil sewa sendiri karena ambulance boat mangkrak taak ada anggara BBM--
SAMPANG, RADARPENA.CO.ID – Sebuah video yang menunjukkan seorang pasien dengan infus tergantung di tangan menaiki perahu tradisional menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn, Kabupaten Sampang, viral dan mengundang keprihatinan publik.
Pasien tersebut berasal dari Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, dan terpaksa menyewa perahu sendiri karena ambulance boat milik pemerintah tidak bisa beroperasi akibat kehabisan anggaran bahan bakar.
Ambulance Boat Mangkrak Sejak April
Kepala Puskesmas Mandangin, drg Rina Dewiyanti, mengungkapkan bahwa anggaran bahan bakar ambulance boat telah habis sejak April 2025 karena adanya pemotongan anggaran atau efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
BACA JUGA:Dana Rp392 Juta Raib di Rekening, Nasabah Gugat Bank OCBC NISP ke Pengadilan
"Kemarin di Dinkes ada (anggaran), tapi sudah habis karena efisiensi. Biasanya cukup untuk satu tahun, tapi sekarang habis sejak April," jelas drg Rina, Jumat (4/7/2025).
Dalam kondisi darurat ini, operasional ambulance boat sepenuhnya diserahkan ke pihak puskesmas.
Namun untuk melanjutkan pelayanan, mereka masih menunggu perubahan anggaran keuangan (PAK) agar bisa mengakses dana dari sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa).
“Anggaran akan diambil dari Silpa, namun PAK-nya belum selesai. Jadi boat belum bisa jalan,” imbuhnya.
Pasien Terlantar, Sewa Perahu Sendiri
Sementara menunggu pencairan dana, pasien-pasien dari Pulau Mandangin harus merogoh kocek sendiri, menyewa perahu tradisional untuk menjangkau layanan kesehatan di daratan.
Fenomena ini bukan sekadar kasus administratif biasa, tetapi menyangkut nyawa dan hak dasar warga negara atas akses layanan kesehatan yang layak.
Terlebih lagi, Pulau Mandangin tidak memiliki rumah sakit dan sangat bergantung pada transportasi laut.
“Kami sangat prihatin. Pasien yang sakit parah pun harus mencari cara sendiri demi berobat,” ujar salah satu warga dalam video yang viral di media sosial.
Menanggapi kejadian ini, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan klarifikasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: