Video Viral: Kawanan Gajah Masuk Permukiman Warga Lampung, Diusir dengan Kembang Api

Video Viral: Kawanan Gajah Masuk Permukiman Warga Lampung, Diusir dengan Kembang Api

Tangkapan layar video gajah masuk perkampungan diusir dengan kembang api--

LAMPUNG TIMUR, RADARPENA.CO.ID – Media sosial kembali digegerkan dengan video viral kawanan gajah liar yang masuk ke kawasan permukiman dan persawahan warga di Kabupaten Lampung Timur.

Dalam video tersebut, tampak warga berupaya keras mengusir para gajah dengan petasan, kembang api, dan suara bising, demi mencegah kerusakan yang lebih luas.

Kejadian ini berlangsung pada Rabu dini hari (3/7/2025), ketika enam ekor gajah liar, termasuk satu anak gajah, keluar dari kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan memasuki area pertanian milik warga di Desa Braja Sakti dan Braja Asri, Kecamatan Way Jepara.

BACA JUGA:Viral! Susu Ultra Milk Menggumpal Meski Belum Kedaluwarsa

Dalam rekaman video amatir yang beredar luas di TikTok dan platform lainnya, terlihat warga bersama petugas TNI dan Polri berusaha menghalau gajah agar tidak masuk lebih jauh ke pemukiman.

Mereka memukul seng, membakar petasan, dan menyalakan kembang api untuk menakut-nakuti kawanan satwa besar itu.

"Niatnya cuma cari makan, tapi kami warga juga takut. Kalau sampai masuk ke rumah-rumah, bisa bahaya," ujar seorang warga dalam video tersebut.

Gajah-gajah liar tersebut merusak sekitar 10 hektare lahan pertanian, menghancurkan tanaman padi, jagung, pisang, singkong, dan coklat. Banyak warga mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat kejadian tersebut.

Kepala Desa Braja Asri, Darusman, mengungkapkan bahwa kejadian semacam ini bukan yang pertama kali. Dalam empat bulan terakhir, kawanan gajah kerap muncul dan menyebabkan kerusakan besar.

“Setelah Lebaran, kawanan gajah sering muncul. Kadang yang masuk bisa sampai 20 ekor,” jelasnya.

BACA JUGA:Presiden FIFA Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Diogo Jota dan André Silva

Humas Balai TNWK, Sukatmoko, mengonfirmasi bahwa kawanan tersebut memang berasal dari kawasan konservasi dan pihaknya sedang berupaya mencegah mereka agar tidak masuk lebih dalam ke pemukiman.

“Ada enam ekor gajah liar yang terdiri dari lima dewasa dan satu anak. Kami masih berusaha mencegah mereka mendekat ke rumah warga,” katanya.

Kejadian ini memperpanjang daftar konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah sekitar TNWK. Selain menimbulkan kerugian ekonomi, kejadian ini juga mengancam keselamatan warga dan satwa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: