Video Kelakuan Anggota DPRD Kendari NgeVape Saat Rapat, Tuai Hujatan

Video Kelakuan Anggota DPRD Kendari NgeVape Saat Rapat, Tuai Hujatan

Tangkapan layar anggota DPRD Kendari yang ngevave saat rapat--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Dunia maya kembali dikejutkan dengan aksi tak terduga dari seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendari, Sulawesi Tenggara.

Seorang politisi muda, Fadhal Rahmat, terekam kamera tengah ngevape di dalam ruang rapat resmi, bahkan diduga sambil melakukan live streaming.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun X (sebelumnya Twitter) @B3doel___ pada Selasa (1/7), dan langsung menyulut reaksi warganet.

BACA JUGA:Benarkah Sosok Ini Direktur Operasional G70 Asia yang Diduga Selingkuh? Ini Jawabannya

Dalam video itu, Fadhal tampak santai mengisap vape sambil duduk di meja rapat. Yang menarik perhatian, sebuah ponsel terlihat berdiri di meja, seolah sedang merekam atau melakukan siaran langsung.

Vape & Live Streaming di Tengah RDP

Yang membuat aksi ini makin disorot tajam adalah konteks rapat yang dihadiri Fadhal. Bukan sekadar forum internal DPRD, melainkan Rapat Dengar Pendapat (RDP), yaitu forum penting yang melibatkan berbagai pihak eksternal untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terhadap isu tertentu.

Tentu saja, sikap santai seperti itu dianggap tidak mencerminkan etika pejabat publik, apalagi saat menjalankan tugas formal yang seharusnya dilakukan dengan profesionalisme dan integritas tinggi.

Tak butuh waktu lama, potongan video dan foto aksi ngevape Fadhal Rahmat menyebar luas di berbagai platform media sosial. Warganet pun bereaksi keras.

“Mending lo ngonten deh dek, joget-joget TikTok sambil live duet. Daripada gabut,” sindir akun @yusufhendratnoo.

“Sinimi kita pergi #PatroliRun daripada ngevape lagi rapat. Sa bantu serap aspirasi, siapa tau ada inspirasi untuk dibawa ke ruang rapat,” tulis @inaltora dengan nada sarkas.

“Asli mewakili rakyat, bahkan tidak lihat tempat dan situasinya sedang apa,” lanjut akun @ardhyloliwu.

BACA JUGA:Viral Isu Tanah Tak Bersertifikat Diambil Negara Tahun 2026, Begini Penjelasan Kementerian ATR/BPN

Kritikan demi kritikan bermunculan, mulai dari gaya komunikasi yang tidak profesional, minimnya etika ruang publik, hingga kritik terhadap mentalitas sebagian politisi muda yang dianggap lebih sibuk ‘ngonten’ daripada menyerap aspirasi rakyat.

Hingga saat ini, baik Fadhal Rahmat maupun pihak DPRD Kendari belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait video viral tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: