Waspada! 212 Merek Beras Palsu Beredar di Pasaran, Ini Ancaman Tegas dari Mentan

Waspada! 212 Merek Beras Palsu Beredar di Pasaran, Ini Ancaman Tegas dari Mentan

Mentan Amran Sulaiman akan mengungkap merek beras palsu--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Masyarakat diminta waspada! Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberi ultimatum keras terhadap 212 merek beras “nakal” yang diduga melakukan manipulasi kualitas dan harga di pasaran.

Jika tidak segera melakukan perbaikan, Mentan menegaskan siap mengumumkan nama-nama mereka ke publik dalam beberapa hari ke depan.

“Nanti aku umumkan. Tunggu aja. Ini masih sabar 1-2 hari. Tapi kalau tidak ada perubahan, aku umumkan 212 merek itu,” tegas Amran saat menghadiri puncak peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-53 di Jakarta, Senin (30/6).

BACA JUGA:Besok Hindari 8 Ruas Jalan Ini, Polisi Ungkap Penyebabnya

Investigasi yang dilakukan Kementan bersama Satgas Pangan Polri, Kejaksaan, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap adanya praktik kecurangan yang merugikan konsumen hingga Rp99,35 triliun. Dugaan pelanggaran tersebut meliputi:

  • Berat bersih tidak sesuai label
  • Mutu atau kualitas beras menurun
  • Harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET)

“Harga dari petani rendah, tapi di tangan konsumen justru tinggi. Ini jelas ada yang janggal,” ujar Amran.

Amran menggunakan analogi kendaraan untuk menggambarkan pendekatannya: saat ini masih di "gigi 1" atau pendekatan persuasif, tetapi bila pelaku tetap tidak berubah, tindakan tegas akan dilakukan hingga "gigi 5" alias pengumuman terbuka dan sanksi hukum.

“Saya kasih kesempatan dulu. Kalau tidak berubah, saya umumkan mereknya, alamatnya lengkap,” imbuhnya.

BACA JUGA:Kibarkan Bendera Israel, Miss Papua Pegunungan Dicoret dari Ajang Kontes Miss Indonesia 2025

Kementan mencatat produksi padi nasional tahun ini adalah yang tertinggi dalam 57 tahun terakhir, dengan stok mencapai 4,15 juta ton. Namun, di lapangan justru ditemukan beras mahal dengan mutu rendah.

“Ini anomali. Di 10 kota besar kami cek, ternyata banyak merek tidak sesuai. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Imbauan ke pada Masyarakat

  • Teliti Sebelum Membeli: Periksa berat bersih dan kualitas beras.
  • Cek Label dan Izin Edar: Hindari produk beras yang mencurigakan.
  • Laporkan Kecurangan: Jika menemukan kejanggalan, laporkan ke dinas terkait atau Satgas Pangan.

Kasus 212 merek beras palsu ini jadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam rantai distribusi pangan.

Jika tak kunjung ada perubahan, publik akan segera mengetahui siapa saja merek-merek yang bermain curang. Mentan Andi Amran sudah siap buka-bukaan demi melindungi konsumen Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: