Viral! Siswa SD di Tulungagung Sawer Biduan saat Perpisahan, Pihak Sekolah Akui Kecolongan
siswa tulungagung sawer biduan saat perpisahan di sekolah -tangkapan layar-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Sebuah video yang memperlihatkan siswa-siswi kelas 6 SDN 1 Kenayan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menyawer biduan saat acara perpisahan sekolah pada Sabtu (14/6/2025), viral dan menuai sorotan warganet.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak anak-anak berjoget dan memberikan lembaran uang kepada seorang penyanyi dangdut yang tampil di dalam kelas.
Aksi Sawer Terjadi di Luar Agenda Resmi Sekolah
Pihak SDN 1 Kenayan angkat bicara terkait video tersebut. Kepala sekolah, Admim Kholisina, menegaskan bahwa kegiatan joget dangdut dan aksi sawer tersebut bukan bagian dari agenda resmi sekolah, melainkan inisiatif murni dari paguyuban wali murid kelas 6.
Menurutnya, acara resmi sekolah telah selesai ketika kejadian berlangsung. Guru-guru telah meninggalkan lokasi usai sesi potong tumpeng dan foto bersama.
BACA JUGA:Unik! PERSIB Perkenalkan Al Hamra Hehanussa Lewat Brosur di Tengah Kota Bandung
BACA JUGA:Prediksi Manchester City vs Al Ain di Piala Dunia Antarklub 2025: Target Lolos Dini The Citizens
“Kejadian itu murni dari wali murid karena guru-guru sudah keluar dari ruang,” ujar Kholisina, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Minggu (22/6/2025).
Ia menambahkan bahwa pihak sekolah tidak pernah menyediakan biduan untuk menghibur anak-anak dan tidak mengetahui akan ada sesi dangdutan.
Permintaan Maaf dan Klarifikasi Wali Murid
Menanggapi viralnya video tersebut, para orangtua siswa yang tergabung dalam paguyuban kelas 6 langsung menyampaikan permintaan maaf secara lisan dan tertulis kepada pihak sekolah.
Dalam surat pernyataan bermaterai, dijelaskan bahwa uang yang digunakan untuk menyawer berasal dari para orangtua, kemudian diserahkan kepada anak-anak untuk diberikan kepada penyanyi.
Admim Kholisina mengakui bahwa pihak sekolah telah kecolongan dalam pengawasan terhadap kegiatan tambahan di luar acara inti.
Ia juga menyatakan bahwa tindakan menyawer penyanyi dangdut tidak pantas dilakukan oleh anak-anak, terutama dalam lingkungan sekolah dasar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: