Kabar Baik dari Industri Mamin Indonesia, Ekspor Tembus USD11,78 Miliar di Triwulan I-2025
Industri Mamin Indonesia tumbuh subur--ist
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Industri makanan dan minuman (mamin) terus menunjukkan taringnya sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomian nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan, sektor ini mengalami pertumbuhan yang signifikan sejak pasca-pandemi Covid-19, bahkan mampu melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan bahwa pada triwulan I tahun 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) industri mamin tumbuh sebesar 6,04 persen, lebih tinggi dibandingkan PDB industri pengolahan non-migas yang tercatat 4,31 persen, serta PDB nasional sebesar 4,87 persen.
BACA JUGA:Kei Hirose Siap Bawa Borneo FC Kembali ke Masa Kejayaan di Liga 1 2025-2026
“Ini menunjukkan ketangguhan sektor mamin sebagai tulang punggung industri nasional,” ujar Faisol dalam keterangannya kepada Disway dan sejumlah media, Jumat (20/6/2025) di Jakarta.
Lebih lanjut, Faisol menjelaskan bahwa kontribusi industri pengolahan non-migas terhadap total PDB mencapai 41,15 persen pada triwulan I-2025.
Dari sisi ekspor, sektor mamin juga menorehkan capaian impresif dengan nilai USD 11,78 miliar, termasuk minyak kelapa sawit. Angka ini memberikan kontribusi sebesar 22,42 persen terhadap total nilai ekspor industri pengolahan non-migas.
Dari sisi investasi, industri mamin merealisasikan total modal sebesar Rp 22,64 triliun di awal tahun 2025.
Angka tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 9,03 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 13,60 triliun.
“Capaian ini mencerminkan kepercayaan tinggi pelaku usaha terhadap iklim investasi di Indonesia yang semakin kondusif,” tambah Faisol.
BACA JUGA:Profil Socrates: Bapak Moral yang Mengguncang Yunani Kuno
Didominasi Milenial dan Gen Z, Pasar Makanan Ringan Melonjak
Faisol juga menyoroti potensi besar pasar makanan ringan di Indonesia yang kini didominasi generasi milenial dan Gen Z, mencakup 55 persen populasi konsumen.
Pada tahun 2023, nilai pasar makanan ringan tercatat sebesar USD 3,87 miliar dan diproyeksikan tumbuh sebesar 8,13 persen (CAGR) hingga tahun 2029.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: