Gudang Garam Hentikan Pembelian Tembakau dari Temanggung, Begini Penjelasan Bupati
Petani tembakau-- Muhammadiyah
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Industri rokok Indonesia tengah menghadapi tantangan serius. PT Gudang Garam Tbk, salah satu produsen rokok terbesar di Tanah Air, membuat keputusan mengejutkan dengan menghentikan sementara pembelian bahan baku tembakau dari wilayah Temanggung, Jawa Tengah.
Keputusan ini diumumkan menyusul penurunan drastis penjualan rokok dalam negeri.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengungkapkan bahwa langkah Gudang Garam ini berkaitan langsung dengan anjloknya permintaan pasar.
BACA JUGA:Perbedaan Tenderloin dan Sirloin: Dari Tekstur hingga Rasa yang Bikin Nagih
“Belakangan ada penurunan penjualan rokok. Secara global, kondisi memang tidak lagi kondusif,” ujar Agus, dikutip dari kunjungannya ke PT Gudang Garam di Kediri, Jawa Timur, Senin (16/6/2025).
Agus juga menambahkan bahwa saat ini Gudang Garam memiliki stok bahan baku tembakau yang melimpah, cukup untuk empat tahun ke depan apabila digunakan berdasarkan kapasitas produksi saat ini.
Hal ini menjadi alasan kuat di balik keputusan penghentian pembelian tembakau dari petani Temanggung.
Tak hanya dari sisi bahan baku, harga saham Gudang Garam pun turut terdampak. Data terakhir menunjukkan saham perusahaan tersebut turun drastis ke angka Rp9.600 per lembar, jauh dari nilai stabil sebelumnya.
BACA JUGA:Viral! Suami Serahkan Istri ke Pria Diduga Selingkuhan, Momen Haru dan Penuh Emosi Terekam Kamera
Di sisi lain, masyarakat turut merasakan dampak langsung dari situasi ini.
Salah seorang warga Jakarta Selatan, Taufan (35), mengaku mulai mengurangi konsumsi rokok karena harga yang kian mahal.
“Harga rokok sekarang sekitar Rp 20 ribuan sampai Rp 30 ribuan. Ya makin mahal itu,” ungkapnya kepada Disway grup radarpena.co.id.
Taufan juga menyebut bahwa meningkatnya harga kebutuhan pokok membuat dirinya terpaksa mengutamakan pengeluaran untuk kebutuhan primer seperti pangan.
“Sekarang belanja juga yang pokok, kayak pangan. Sebisa mungkin saya ngurangin rokok, karena kita juga udah susah sekarang,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: