Akhirnya Pemkot Bengkulu Angkat Tenaga Honorer Jadi PPPK
Ilustrasi pengangkatan honorer jadi PPPK--ist
BENGKULU, RADARPENA.CO.ID – Kabar gembira datang untuk para tenaga honorer dan non-ASN di Kota Bengkulu. Sebanyak 500 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi dilantik dan menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan pada Senin, 16 Juni 2025, oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, di Balai Merah Putih.
Pelantikan ini merupakan bagian dari tahap pertama dari total 1.414 peserta yang dinyatakan lulus seleksi PPPK, dan menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah serius dalam mengapresiasi dedikasi para tenaga honorer.
“Ini adalah momen penting. Saya berharap para PPPK yang hari ini resmi bergabung dapat mengabdi dengan tulus kepada masyarakat dan terus meningkatkan kualitas kinerja,” tegas Wali Kota Dedy dalam sambutannya.
BACA JUGA:Viral Desain Rumah Subsidi 14 Meter Persegi, Punya Garasi tapi Tak Muat Lemari?
Pelantikan ini disebut Dedy sebagai bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu untuk memperkuat efisiensi birokrasi dan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan administratif.
Proses pelantikan akan berlangsung bertahap hingga 18 Juni 2025, mengingat jumlah peserta yang cukup besar dan pentingnya penyesuaian secara teknis.
“Ini adalah bentuk komitmen Pemkot untuk menghadirkan tenaga-tenaga profesional dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bengkulu,” ujar Dedy.
Dalam pidatonya, Dedy Wahyudi juga menekankan tiga hal penting yang harus dimiliki oleh setiap ASN, terutama PPPK yang baru diangkat:
- Loyalitas kepada pimpinan
- Semangat kerja yang tinggi
- Dedikasi total dalam pelayanan publik
Wali Kota mengingatkan bahwa status kepegawaian ini bukanlah akhir perjuangan, tetapi awal dari pengabdian yang lebih besar untuk membangun Bengkulu yang lebih baik.
BACA JUGA:Prajurit TNI Gugur Ditembak dan Dibacok KKB Papua di Dekai
Harapan Besar untuk Masa Depan Bengkulu
Dedy berharap kehadiran PPPK baru ini akan memperkuat roda pemerintahan sekaligus menjadi penggerak perubahan di berbagai instansi.
Efisiensi layanan publik dan profesionalitas aparatur negara menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.
“Kami berharap kehadiran PPPK ini benar-benar berdampak terhadap kualitas pelayanan masyarakat, dan mereka mampu bekerja secara profesional serta bertanggung jawab,” pungkasnya.
Pelantikan ini disambut haru dan bangga oleh para tenaga honorer yang selama ini telah mendedikasikan waktu dan tenaga mereka untuk pelayanan publik tanpa kepastian status. Kini, mereka resmi menjadi bagian dari sistem birokrasi yang diakui negara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: