Viral! Ulama dan Santri Segel Gerai Alfamart di Ciamis, Tuntut Boikot Produk Terafiliasi Israel

Viral! Ulama dan Santri Segel Gerai Alfamart di Ciamis, Tuntut Boikot Produk Terafiliasi Israel

Tangkapan layar aksi ulama dan santri segel minimarket yang menjual produk Israel--

CIAMIS, RADARPENA.CO.ID — Sebuah video penyegelan gerai Alfamart di Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, viral di media sosial. 

Aksi ini dilakukan oleh sekelompok ulama, santri, dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat pada Jumat, 13 Juni 2025.

Dalam video yang tersebar luas, terlihat massa membawa spanduk bertuliskan “Boikot Produk Israel” dan “Jangan Ada Israel di Antara Kita”, sambil berdiri di depan pintu toko.

Mereka juga menempelkan stiker “Disegel” pada pintu gerai sebagai simbol protes terhadap dugaan penjualan produk yang terafiliasi dengan Israel.

BACA JUGA:Viral Desain Rumah Subsidi 14 Meter Persegi, Punya Garasi tapi Tak Muat Lemari?

“Kalau harus disegel, kita segel,” ujar seorang pria dalam rekaman video saat berdialog dengan pihak toko. Aksi itu disambut sorakan dari massa yang hadir.

Aksi Solidaritas Palestina, Tindak Lanjut Fatwa MUI

Ketua MUI Kecamatan Rajadesa, KH Titing Kamaludien Barizy, menegaskan bahwa penyegelan ini merupakan tindak lanjut dari aksi serupa yang pernah digelar sebelumnya, tepatnya pada Minggu, 25 Mei 2025.

Aksi ini diklaim sebagai implementasi dari Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023, yang menyerukan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan pemboikotan produk-produk yang berafiliasi dengan Israel.

“Kami hanya menjalankan fatwa MUI sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina. Kami ingin Alfamart mendengar aspirasi masyarakat,” tegas KH Titing.

MUI Rajadesa telah mengajukan sejumlah tuntutan kepada pengelola Alfamart setempat. Di antaranya:

Menghentikan penjualan produk yang diduga berafiliasi dengan Israel.

BACA JUGA:Prajurit TNI Gugur Ditembak dan Dibacok KKB Papua di Dekai

Menempelkan daftar produk terlarang di area publik toko.

Menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas pernyataan yang disampaikan saat aksi berlangsung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: