Penampakan Netanyahu Keluar dari Bunker Persembunyiannya usai Iran Melakukan Serangan Rudal
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya tampil ke publik dan mengunjungi lokasi terdampak serangan rudal Iran di Bat Yam, Israel tengah.--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID — Setelah berhari-hari dikabarkan berlindung di dalam bunker bawah tanah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya tampil ke publik dan mengunjungi lokasi terdampak serangan rudal Iran di Bat Yam, Israel tengah.
Penampilannya ini sontak menjadi sorotan dunia di tengah konflik militer yang makin memanas antara Israel dan Iran.
Berbicara di hadapan media di tengah puing-puing bangunan, Netanyahu menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Iran yang menewaskan sedikitnya 10 warga Israel dan melukai lebih dari 200 orang.
Ia menegaskan bahwa Iran akan membayar mahal atas serangan brutal yang menewaskan warga sipil tersebut.
BACA JUGA:Biar Makin Menarik! 5 Rekomendasi Sabun Mandi Pria yang Wajib Dicoba, Bikin Wangi dan Kulit Cerah
“Kami tengah berjuang dalam pertempuran eksistensial, dan saya rasa setiap warga Israel kini memahaminya,” ujar Netanyahu, yang saat ini tengah diburu Pengadilan Kriminal Internasional atas dugaan kejahatan perang di Gaza.
Serangan Rudal Iran & Respons Balasan Israel
Serangan mendadak Iran yang terjadi pada Sabtu malam itu menghantam beberapa kota besar Israel, termasuk dekat Haifa dan Tel Aviv, menggunakan rudal balistik canggih bernama Haj Qasem.
Rudal ini diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara mutakhir seperti Iron Dome, THAAD, dan Patriot.
Rudal “Haj Qasem” sendiri dinamai untuk menghormati Jenderal Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan udara AS pada 2020.
Rudal ini memiliki kecepatan Mach 12 saat memasuki atmosfer dan menghantam target pada kecepatan Mach 5, serta membawa hulu ledak seberat 500 kg, menurut media Iran.
BACA JUGA:Prajurit TNI Gugur Ditembak dan Dibacok KKB Papua di Dekai
Iran menyebut serangan ini sebagai respons atas serangan udara Israel sebelumnya, yang menghantam sejumlah infrastruktur energi dan fasilitas sipil di Teheran, termasuk kilang minyak Shahran, dan menewaskan sedikitnya 80 orang, termasuk 20 anak-anak, serta melukai 800 lainnya.
Iran: Kami Akan Berhenti Jika Israel Hentikan Agresi
Dalam pernyataan resminya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut bahwa respons militer Iran akan dihentikan jika Israel juga berhenti menyerang.
“Jika agresi berhenti, maka respons kami juga akan berhenti,” tegasnya saat konferensi pers di Teheran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: