Suami-Istri dan Mertuanya Disekap, Hartanya Dirampok

Suami-Istri dan Mertuanya Disekap, Hartanya Dirampok

Ilustrasi perampokan--

BUKITTINGGI, RADARPENA.CO.ID — Sebuah peristiwa perampokan sadis disertai penyekapan mengejutkan warga Jorong Galudua, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kejadian tragis itu menimpa seorang pria bernama Marwis (65), yang harus merelakan kerugian mencapai Rp1,5 miliar usai disekap bersama istri dan mertuanya oleh tiga perampok bersenjata tajam.

Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Yessi Kurniati, membenarkan insiden yang terjadi pada Minggu dini hari (15/6) sekitar pukul 02.00 WIB.

Pelaku yang mengenakan penutup wajah secara diam-diam masuk ke rumah korban lalu langsung mengancam menggunakan pisau dan membekap mulut korban.

BACA JUGA:3 Hari Terseret Ombak di Pantai Pangandaran, Remaja 15 Tahun Akhirnya Ditemukan, Begini Kondisinya

“Para pelaku meminta kunci pagar, sepeda motor, serta mengambil dokumen penting seperti BPKB, uang tunai Rp45 juta, emas batangan, dan perhiasan lain,” ungkap Kombes Yessi.

Korban Disekap, Pelaku Kabur

Setelah menjarah isi rumah, ketiga korban dimasukkan ke dalam satu kamar dan disekap. Sekitar satu jam kemudian, Marwis berhasil membebaskan diri dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ampek Koto.

Polisi segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta memeriksa keterangan para korban dan saksi sekitar.

“Kami menemukan tanda-tanda kekerasan di pintu dan alat yang diduga digunakan pelaku untuk membobol rumah,” ujar Kapolsek Ampek Koto, AKP Fitrianto.

Total kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. Kepolisian tengah mengusut identitas dan jejak pelaku melalui rekaman CCTV lingkungan serta keterangan warga sekitar.

“Ini bukan sekadar pencurian biasa. Pelaku juga melakukan pengancaman dan penyekapan. Tim kami bekerja cepat dan fokus pada identifikasi serta penangkapan pelaku,” kata AKP Fitrianto.

BACA JUGA:Jakarta Mati Lampu Selama 1 Jam, Hemat Ratusan Juta dan Kurangi Emisi Karbon 54 Ton

Mengingat modus kejahatan yang semakin nekat, warga diimbau untuk lebih waspada, terutama pada malam hari. Kepolisian juga mendorong warga melapor segera jika melihat aktivitas mencurigakan.

“Pastikan kunci rumah aman, pasang lampu penerangan luar, dan bila memungkinkan, gunakan sistem keamanan CCTV,” tambah Fitrianto.

Kasus perampokan disertai penyekapan ini menjadi perhatian serius pihak berwajib. Dalam waktu dekat, diharapkan pelaku dapat ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait