Jakarta Mati Lampu Selama 1 Jam, Hemat Ratusan Juta dan Kurangi Emisi Karbon 54 Ton

Jakarta Mati Lampu Selama 1 Jam, Hemat Ratusan Juta dan Kurangi Emisi Karbon 54 Ton

Jakarta Mati Lampu Selama 1 Jam, Hemat Ratusan Juta dan Kurangi Emisi Karbon 54 Ton-Istimewa-

Hemat 67,76 MWh, Kurangi Emisi 54 Ton CO2e

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, aksi ini merupakan bagian dari target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen hingga 2030.

Asep menerangkan, berdasarkan data dari PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) pemadaman lampu dari pukul 20.30 hingga 21.30 WIB pada tanggal 14 Juni 2025, berhasil menghemat konsumsi listrik sebesar 67,76 MWh.

“Dari aksi pemadaman semalam berhasil menghemat biaya listrik sebesar Rp. 98.055.920 dan tercatat penurunan emisi karbon sebesar 54,21 ton CO2e,” ungkapnya.

“Pemadaman lampu semalam berhasil menghemat konsumsi listrik sebesar 67,76 MWh atau setara dengan penghematan biaya sebesar Rp 98 juta, serta menurunkan emisi karbon sebanyak 54,21 ton CO2e,” ungkap Asep pada Minggu, 15 Juni 2025.

Aksi Berkelanjutan Menuju Jakarta Ramah Lingkungan

Dari angka tersebut, lanjut Asep, menunjukan bahwa aksi hemat energi ini memberikan dampak nyata dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus menghemat biaya. 

“Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah mengambil bagian dari Aksi Hemat Energi kali ini. Sehingga kita semua memiliki kesadaran agar terus melaksanakan penghematan energi untuk mengatasi perubahan iklim,” ungkapnya.

Asep menyampaikan bahwa program ini akan terus dijalankan beberapa kali dalam setahun dengan harapan dapat mendorong warga Jakarta membiasakan perilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari.

“Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon dapat dilakukan oleh seluruh warga Jakarta dimulai dari rumah masing-masing. Beberapa langkah sederhana penghematan energi seperti menggunakan lampu LED, mencabut kabel charger yang tidak digunakan, mengatur suhu AC secara efisien, hingga mematikan peralatan listrik saat tidak dipakai dapat memberikan kontribusi besar. Jika dilakukan secara konsisten, aksi ini akan mendorong terwujudnya Kota Jakarta yang berkelanjutan,” kata Asep.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait