Tragis! Usai Mabuk Bareng, Anak Jalanan di Semarang Dikeroyok dan Dibuang ke Sungai hingga Tewas
Tangkapan layar saat korban dibuang ke sungai dan ditemukan telah tewas--
SEMARANG, RADARPENA.CO.ID – Peristiwa memilukan kembali mengguncang Kota Semarang. Seorang anak jalanan bernama Feri ditemukan tewas mengambang di Sungai Kaligarang, Semarang Selatan, Selasa (10/6/2025) sore, setelah diduga dianiaya dan dibuang oleh teman-temannya sendiri.
Feri, yang dikenal warga sekitar sebagai pemulung barang bekas, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sesama anak jalanan usai mereka menenggak minuman keras jenis ciu di bawah Jembatan Kaligarang.
Menurut saksi mata, Agus, warga sekitar, Feri dan sejumlah rekan sesama anak jalanan terlihat berkumpul dan mabuk-mabukan sebelum pertengkaran hebat pecah.
“Informasinya awalnya mabuk bareng, minum ciu. Terus berantem, Feri dipukuli rame-rame,” ujar Agus dikutip dari radarsemarang, Rabu 11 Juni 2025.
BACA JUGA:Romo Eksorsis di Indonesia: Penjaga Iman dalam Pertarungan Spiritual
Dibuang ke Sungai Saat Tak Berdaya
Dalam rekaman video yang beredar, tubuh Feri terlihat sudah tak berdaya saat tergeletak di tepi sungai. Diduga kuat, korban dalam keadaan mabuk berat ketika dilempar ke sungai oleh para pelaku.
Tragisnya, tubuh korban terguling ke aliran sungai dan akhirnya ditemukan dalam posisi tengkurap, mengapung tak bernyawa.
“Setelah dipukuli katanya langsung dibuang ke sungai. Nggak tahu persis gimana kejadiannya, tubuhnya ditemukan mengambang,” imbuh Agus.
Jenazah korban langsung dievakuasi warga dan dibawa ke RSUP dr Kariadi untuk penanganan lebih lanjut. Sejumlah anggota kepolisian termasuk Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Aris Munandar, turun langsung ke lokasi kejadian.
Polisi bergerak cepat. Sedikitnya lima orang yang diduga terlibat langsung diamankan dari lokasi, dalam kondisi masih terpengaruh alkohol. Beberapa dari mereka bahkan tak mampu berjalan tegak karena masih mabuk berat.
BACA JUGA:Kado Istimewa HUT ke-498 Jakarta, Pemprov DKI Gelar Pemutihan Pajak, Simak Syaratnya
Ada pula dua pelaku yang disebut melarikan diri, yakni Yanto dan Adi. Keduanya masih dalam pengejaran pihak berwajib.
“Kami masih mendalami kasus ini, dan memeriksa beberapa saksi. Korban diduga kuat meninggal akibat penganiayaan. Nanti kami pastikan hasil visumnya di RS Bhayangkara,” jelas AKBP Andika Dharma Sena, Kasatreskrim Polrestabes Semarang.
Peristiwa ini menyayat hati, sekaligus menyoroti kembali realita anak jalanan di kota besar seperti Semarang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: