Viral! Dua Remaja Joget TikTok di Tengah Kebakaran, Warganet Geram: Nggak Tahu Tempat!
Tangkapan layar 2 remaja joget Tiktok di saat kebakaran--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Media sosial kembali diguncang oleh sebuah video yang menuai kontroversi tajam.
Dalam video berdurasi singkat yang kini viral di TikTok dan berbagai platform lainnya, tampak dua remaja asyik berjoget mengikuti tren TikTok.
Namun yang mengejutkan, latar belakang video menunjukkan situasi darurat — kebakaran sedang berlangsung.
Aksi mereka sontak memicu gelombang kritik dari warganet. Banyak yang menilai aksi tersebut tidak hanya tidak sensitif, tetapi juga mencerminkan kurangnya empati terhadap situasi serius yang terjadi di sekitar mereka.
BACA JUGA:Vihara di Cilincing Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Miliaran rupiah
“Viralin aja sekalian. Nggak tahu tempat, nggak tahu waktu,” tulis salah satu komentar tajam di Twitter.
Belum diketahui secara pasti di mana dan kapan video tersebut direkam. Namun, api yang tampak membara di belakang para remaja itu memperlihatkan bahwa kebakaran tersebut bukanlah simulasi atau efek visual.
Beberapa netizen bahkan mendesak agar pihak berwenang segera mengusut lokasi dan identitas pelaku untuk memberi edukasi yang tepat.
Warganet Ramai-ramai Mengecam
Komentar demi komentar membanjiri unggahan video tersebut. Mayoritas warganet merasa geram karena aksi joget yang seharusnya menghibur, berubah menjadi pemicu emosi karena dilakukan di saat yang tidak tepat.
“Kalau niatnya cari perhatian, ya sekarang dapat perhatian sih... tapi negatif semua,” komentar netizen lainnya.
Tak sedikit pula yang meminta agar orang tua dan lingkungan lebih aktif mengedukasi generasi muda agar tidak asal mengikuti tren tanpa memikirkan konteks.
BACA JUGA:Zeta: When the Dead Awaken, Teror Zombie dalam Balutan Isu Sosial dan Drama Keluarga
Sejumlah pengamat media sosial dan psikolog juga turut angkat bicara. Menurut mereka, fenomena ini menjadi sinyal penting perlunya literasi digital dan empati sosial di kalangan generasi muda.
“Tren media sosial bisa bermanfaat, tapi harus diimbangi dengan kesadaran sosial. Joget di tengah musibah bukanlah bentuk ekspresi, tapi kelalaian moral,” ujar seorang sosiolog.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: