PDI Perjuangan Ingatkan Pemerintah: Jangan Buru-Buru Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

PDI Perjuangan Ingatkan Pemerintah: Jangan Buru-Buru Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

Politisi PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, meminta pemerintah jangan terburu-buru jalin hubungan diplomatik dengan Israel-anisha-radarpena.co.id

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, mengingatkan pemerintah Indonesia agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil langkah membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Menurutnya, syarat utama bagi Indonesia untuk menjalin hubungan resmi dengan negara tersebut adalah kemerdekaan penuh bagi Palestina.

"Selama Palestina masih berada dalam kondisi penjajahan, kita tidak bisa membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Itu bertentangan dengan konstitusi kita," ujar Djarot saat ditemui di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (1/6/2025).

BACA JUGA:Usai Bertemu Macron, Prabowo: Indonesia Siap Buka Hubungan dengan Israel Jika Palestina Merdeka

Ia menekankan bahwa sejak awal, Indonesia secara konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Menurutnya, prinsip itu telah tertuang dalam konstitusi dan menjadi bagian dari sikap politik luar negeri bangsa.

"Indonesia harus tetap berdiri bersama bangsa Palestina. Kemerdekaan mereka harus diakui secara internasional sebelum kita mempertimbangkan hubungan diplomatik dengan Israel," tegasnya.

Pernyataan Djarot ini menanggapi pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, usai pertemuannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Paris pada Rabu (28/5/2025), Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk mengakui Israel dan menjalin hubungan diplomatik, jika Palestina sudah memperoleh kemerdekaannya.

Presiden Macron, dalam pertemuan itu, juga menyatakan dukungan kuat terhadap solusi damai dan kemerdekaan Palestina, serta mendesak Israel untuk melakukan gencatan senjata dan memberikan akses kemanusiaan di Gaza.

BACA JUGA:Video Viral 'Wali Semangka', Hj Norsehat: Difabel Asal Tabalong yang Punya Karomah Penyembuhan

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia mendukung penyelesaian dua negara (two-state solution) sebagai jalan damai paling realistis.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia siap memberikan kontribusi lebih jauh, termasuk mengirim pasukan perdamaian ke wilayah konflik, bila dibutuhkan.

"Begitu Palestina merdeka dan diakui oleh Israel, Indonesia siap mengakui Israel dan membuka hubungan diplomatik," ucap Prabowo.

Namun, Djarot kembali menekankan bahwa sikap pemerintah harus konsisten dengan prinsip UUD 1945 dan sejarah panjang dukungan Indonesia terhadap Palestina.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait