Hari Ini Arab Saudi Buka Visa Haji Furoda, Ini Penjelasan Resmi Kemenag
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, mengatakan Pemerintah Arab Saudi telah menutup seluruh proses pemvisaan jemaah haji -Dok Kemenag-
MAKKAH, RADARPENA.CO.ID - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai pembukaan visa furoda, meski isu pembukaan visa tersebut beredar luas di media sosial dan disebut akan dimulai pada 1 Juni 2025.
“Sehubungan dengan informasi yang beredar soal pembukaan visa furoda pada hari Minggu, kami tegaskan bahwa pemerintah Indonesia sampai hari ini belum menerima kabar resmi apapun dari otoritas Arab Saudi,” ujar Hilman di Makkah.
Visa furoda, atau visa mujamalah, merupakan jenis visa undangan langsung dari pemerintah Arab Saudi dan diurus oleh pihak travel atau penyelenggara perjalanan ibadah haji.
Hilman menegaskan bahwa visa ini berada di luar kuota resmi haji Indonesia dan sepenuhnya merupakan urusan antara jemaah dan penyelenggara travel.
BACA JUGA:Visa Haji 2025 Resmi Ditutup oleh Arab Saudi, 41 Jemaah Gagal Berangkat
“Pemerintah hanya bertanggung jawab terhadap kuota haji yang telah ditetapkan, yaitu 98 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus,” tambahnya, mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU).
Tahap Keberangkatan Haji Reguler Selesai
Di sisi lain, Hilman juga mengumumkan bahwa proses keberangkatan jemaah calon haji reguler dari Indonesia telah rampung hingga 1 Juni 2025.
Total sebanyak 525 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, semua kloter sudah diberangkatkan. Ada 525 kloter yang terbang ke Tanah Suci,” ujar Hilman.
BACA JUGA:Cemburu Buta, Pria di Kemayoran Siram Istri Siri dan Temannya dengan Air Keras
Ke-525 kloter tersebut berasal dari 14 embarkasi, dengan rincian sebagai berikut:
- Aceh (BTJ): 12 kloter
- Medan (KNO): 24 kloter
- Padang (PDG): 15 kloter
- Batam (BTH): 27 kloter
- Palembang (PLM): 22 kloter
- Jakarta – Pondok Gede (JKG): 62 kloter
- Jakarta – Bekasi (JKS): 61 kloter
- Kertajati (KJT): 28 kloter
- Solo (SOC): 95 kloter
- Surabaya (SUB): 97 kloter
- Banjarmasin (BDJ): 13 kloter
- Balikpapan (BPN): 16 kloter
- Lombok (LOP): 12 kloter
- Makassar (UPG): 41 kloter
Hilman mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras memastikan keberangkatan jemaah berjalan lancar, aman, dan sesuai jadwal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: