Viral! Pernikahan Pelajar SMP-SMK di Lombok Tengah Sempat Kabur 2 Hari 2 Malam, Netizen Gemas

Viral! Pernikahan Pelajar SMP-SMK di Lombok Tengah Sempat Kabur 2 Hari 2 Malam, Netizen Gemas

Pernikahan pelajar smp dan smk di Lombok Tengah-tangkapan layar-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Sebuah video yang memperlihatkan pasangan pengantin remaja viral di media sosial. Pasalnya, mempelai wanita diketahui masih duduk di bangku kelas 1 SMP, sementara mempelai pria adalah siswa kelas 1 SMK.

Fenomena ini kembali memicu sorotan publik terhadap maraknya praktik pernikahan anak di Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Video tersebut memperlihatkan pasangan muda, inisial YL (15) dan RN (16), sedang menjalani prosesi nyongkolan, atau iringan pengantin adat Sasak, Lombok. Mereka tampak ceria, berjoget mengikuti irama musik kecimol, sambil diiringi keramaian warga yang turut menyaksikan acara tersebut.

Usia Belia, Sudah Menikah

Hasil penelusuran menyebutkan bahwa YL adalah warga Dusun Karang Katon, Desa Sukaraja, Praya Timur, sedangkan RN berasal dari Dusun Petak Daye 1, Desa Beraim, Praya Tengah.

Keluarga mempelai wanita mengonfirmasi bahwa YL baru saja lulus dari sekolah dasar dan saat ini masih terdaftar sebagai pelajar aktif kelas 1 SMP.

BACA JUGA:BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Ringan Sepanjang Sabtu Malam

BACA JUGA:Awas Malware di Video Tiktok, ini Cirinya

Menurut AG, paman dari mempelai perempuan, pernikahan tersebut terjadi setelah dua kali upaya "kawin culik". Pada percobaan pertama, keduanya berhasil dipisahkan. Namun, pada upaya kedua, keluarga menyetujui pernikahan keduanya.

“Awalnya mereka sudah dipisahkan. Tapi pada kali kedua, entah bagaimana, akhirnya terjadi akad nikah,” jelas AG pada Jumat (23/5).

Viral di Media Sosial, Netizen Gemas

Dalam video yang menyebar luas, kedua mempelai tampak seperti remaja ABG biasa, berjoget dan tertawa selama prosesi adat. Banyak warganet merasa miris dan prihatin, mengingat usia mereka yang masih sangat muda.

Beberapa netizen juga menuding adanya gangguan kejiwaan pada mempelai wanita karena ekspresinya yang tidak biasa. Namun hal itu dibantah pihak keluarga.

“YL hanya bertingkah seperti anak-anak. Bukan karena gangguan jiwa, tapi karena memang dia masih anak-anak secara mental dan emosional,” tegas AG.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait