Panglima TNI Ditegur Presiden Prabowo Buntut Mutasi Anak Try Sutrino Tanpa Izin, Ini Kata Luhut Binsar
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan-Istimewa-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menegur Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Presiden Prabowo dikabarkan marah karena Panglima TNI Jenderal Agus Subianto memutasi putra Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo tanpa izin presiden.
Menanggapi kabar tersebut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan memberikan komentar.
Menurutnya kabar tersebut tidak benar. Isu yang memberitakan Presiden Prabowo Subianto menegur Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto akibat memutasi putra Try Sutrisno, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo adalah tidak benar.
BACA JUGA:Dorong Perputaran Ekonomi Grassroot, BRI Salurkan Kredit di Segmen Mikro Sebesar Rp632,22 Triliun
“Enggak ada, saya tahu itu,” katanya menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 5 Mei 2025.
Dikatakan Luhut, pembatalan mutasi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo merupakan hal yang biasa terjadi dan tidak ada yang aneh.
“Enggak ada gitu-gituan (unsur politik). (Pembatalan mutasi) itu bisa saja terjadi. Enggak ada hal yang aneh-aneh kok itu,” sambung Luhut.
Sementara itu, Penasihat Presiden Urusan Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman mengatakan pembatalan mutasi Letjen Kunto Arief Wibowo dari jabatan Pangkogabwilhan I tak terkait dukungan ayahnya sekaligus Wakil Presiden ke-6, Try Sutrisno atas pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
BACA JUGA:Daftar Negara yang Melarang Proyek Worldcoin: Isu Privasi Global yang Mencuat
Ia mengatakan pembatalan mutasi biasa terjadi di lingkungan TNI.
"Menurut saya nggak ada kaitannya itu, jadi memang biasa itu di lingkungan TNI. Itu sering seperti itu, jadi terkadang pada saat Wanjakti kemudian ada pertimbangan," kata Dudung di Kompleks Istana, Jakarta, Senin, 5 Mei 2025.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu menyebut, pembatalan mutasi pernah terjadi di zaman Panglima TNI era Jenderal Gatot Nurmantyo hingga Marsekal Hadi Tjahjanto.
"Lazim dulu pernah juga zaman Pak Gatot, Pak Hadi, itu biasa. Bahkan kemarin ada salah tulis itu kan, AL kemudian pindah jadi pati Mabesad, itu kan karena salah tulis aja," ujarnya.(anisha)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: