Vasektomi Jadi Syarat Penerima Bansos, Komnas HAM: Otoritas Tubuh Itu Privasi!
Vassektomi jadi syarat penerima bansos-Istimewa -
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Atnike Nova Sigiro mengkhawatirkan usulan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menjadikan vasektomi sebagai syarat penerima bantuan sosial (bansos) dapat melanggar HAM.
Hal ini lantaran prosedur keluarga berencana (KB) tersebut bersifat pribadi dan berkaitan dengan hak kebebasan terhadap tubuhnya.
"Itu juga privasi, ya, vasektomi. Apa yang dilakukan terhadap tubuh itu bagian dari hak asasi," mata Atnike kepada awak media di Jakarta, 2 Mei 2025.
Sehingga kedua hal tersebut tidak bisa dipertukarkan.
"Jadi sebaiknya tidak dipertukarkan dengan bantuan sosial atau hal-hal lain gitu. Penghukuman aja nggak boleh, pidana dengan penghukuman badan yang seperti itu, tuh, sebetulnya bagian yang ditentang di dalam diskursus hak asasi," paparnya.
Mempersyaratkan KB untuk bansos lantas menjadikannya pemaksaan yang termasuk dalam pelanggaran HAM.
"Apalagi itu dipertukarkan dengan bantuan sosial atau itu otoritas tubuh ya. Pemaksaan KB aja itu kan pelanggaran HAM," pungkasnya.
BACA JUGA:Polda Metro Jaya Tangkap Pengedar Narkotika di Tanah Abang, 1 Kg Sabu Disita
Sebelumnya, usulan ini dicetuskan Dedi usai rapat koordinasi di ruang Edelweis lantai 5 Gedung Balai Kota Depok pada Selasa, 29 April 2025.
Ia menyoroti banyaknya warga yang meminta bantuan persalinan.
Diketahui, rata-rata, yang meminta biaya persalinan itu adalah untuk anak ketiga, keempat, kelima dan seterusnya.
“Dan biayanya gak sedikit, bisa Rp25 juta sapaannya, biasanya masyarakat atau keluarga yang banyak anak umumnya dari keluarga miskin,” kata Dedi kepada awak media.
Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa tanggung jawab orang tua tidak hanya melahirkan, tetapi juga merawat yang memerlukan biaya tidak sedikit.
“Ya kalau belum siap punya anak membiayai kehamilan, kelahiran, dan pendidikannya, ya jangan jadi orangtua dulu dong. Makanya nih, vasektomi adalah bentuk tanggung jawab seorang laki-laki terhadap anak dan istrinya,” tegasnya kepada media baru-baru ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: