Daya Beli Masyarakat Anjlok, Ini Kekhawatiran Ekonom
Jumlah masyarakat kelas menengah Indonesia turun dan terdekti dari menurunnya daya beli masyarakat--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Tingkat daya beli masyarakat pada Ramadhan 2025 terus mengalami kemerosotan.
Di sisi lainnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) saat ini semakin meluas.
Dengan kondisi seperti ini, muncul keraguan akan apakah Indonesia akan mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Menurut Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, dengan kondisi dimana daya beli merosot, pertumbuhan yang signifikan tampaknya menjadi tantangan besar.
“Daya beli masyarakat adalah salah satu indikator kunci dalam pertumbuhan ekonomi. Ketika daya beli melemah, konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan terdampak signifikan,” jelas Achmad ketika dihubungi oleh Disway pada Jumat 7 Maret 2025.
Selain itu, Achmad juga menambahkan bahwa faktor-faktor lain seperti inflasi yang terus meningkat tanpa diimbangi dengan kenaikan pendapatan yang sepadan, juga menjadi hal yang membuat masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka.
BACA JUGA:Menteri UMKM Sebut Judi Online Jadi Penyebab Turunnya Daya Beli Masyarakat, Ini Alasannya
BACA JUGA:Terbukti Lakukan Pelanggaran Disertasi, Bahlil Lahadalia Harusnya Minta Maaf
“Harga bahan pokok yang terus naik menekan anggaran rumah tangga, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah,” ucap Achmad.
“Ini berdampak pada daya beli, terutama bagi kelas menengah yang mengandalkan kredit untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perumahan hingga kendaraan,” lanjutnya.
Dengan situasi yang ada, Achmad menilai harapan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen tampaknya terlalu optimistis.
Selain itu, dirinya juga menambahkan bahwa selama dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar di angka 5 persen, dan bahkan sebelum pandemi, pertumbuhan di atas 6 persen sudah sulit dicapai.
“Dalam kondisi normal sekalipun, mencapai angka tersebut (8 persen) bukanlah hal yang mudah. Saat ini, dengan daya beli yang melemah dan PHK massal yang terjadi, prospek pertumbuhan di atas 5 persen pun menjadi tantangan besar,” pungkas Achmad.
BACA JUGA:Sinopsis dan Link Nonton Anime Beastars Season 3: Perjuangan Terakhir Legoshi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: