Pakar UGM Beri Tips Kenali Rip Current di Pantai, Buntut Renggut Nyawa Siswa SMP Mojokerto di Pantai Drini

Pakar UGM Beri Tips Kenali Rip Current di Pantai, Buntut Renggut Nyawa Siswa SMP Mojokerto di Pantai Drini

Ilustrasi rip current-Dok UGM-

Pria yang tengah melanjutkan pendidikan di Inggris ini menyebut, faktor pembentuk rip current dipengaruhi oleh kondisi hidrodinamis atau ombak dan pasang surut, serta kondisi batimetri atau kedalaman dasar laut.

Selain itu, struktur keras, seperti tebing, juga bisa menjadi faktor pembentuk rip current karena memantulkan gelombang yang datang.

“Peningkatan aktivitas gelombang dapat meningkatkan juga kekuatan rip current karena bisa membangkitkan arus umpan yang lebih kuat,” jelasnya.

Oleh karena arus ini berbahaya, Hendi pun membagikan tips mengenalo tanda-tanda adanya rip current pada pesisir.

Menurut Hendi, tanda pertama yang paling mudah dikenali adalah tidak terbentuknya buih setelah gelombang pecah.

Jika ombak tidak pecah dan permukaan air yang terlihat tenang, tidak terdapat buih atau riak, sebenarnya justru terdapat arus balik yang sangat berbahaya.

“Yang jelas, jika tidak bisa berenang jangan sekali kali-kali masuk terlalu jauh ke laut, dan selalu patuhi himbauan petugas,” katanya.

Selanjutnya apabila terjebak pada rip current, ia menyarankan untuk berenang ke samping kanan atau kiri.

Kemudian berenang mengikuti arah rip current hingga keluar dari saluran saat rip current terpecah.

Hal ini dinilai bisa memudahkan untuk berenang menuju kembali ke darat.

Sebaliknya apabila berenang melawan arus, justru akan banyak menghabiskan energi dan sangat susah dilakukan.

"Pada kondisi rip current, biasanya banyak menimbulkan korban. Korban kehabisan tenaga karena berusaha melawan arah arus,” katanya. (Annisa Zahro)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait