Miris! Warga Tapanuli Utara Memunguti Beras Bercampur Lumpur, Bantuan Dijatuhkan dari Helikopter

Miris! Warga Tapanuli Utara Memunguti Beras Bercampur Lumpur, Bantuan Dijatuhkan dari Helikopter

Potongan video korban bencana punguti beras di tanah--

TAPANULI, RADARPENA.CO.ID - Pemandangan memilukan terekam di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Di tengah bencana banjir dan longsor yang memutus akses darat, sejumlah warga terlihat memunguti butiran beras yang berserakan di tanah dan bercampur lumpur. Mirisnya, beras tersebut berasal dari bantuan yang dijatuhkan langsung dari helikopter.

Aksi penyaluran bantuan dari udara dilakukan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi akibat longsor. Namun, yang terjadi di lapangan justru di luar dugaan. Karung-karung beras yang dilempar dari ketinggian menghantam tanah dengan keras hingga robek, membuat isinya tumpah dan tercemar lumpur.

Momen tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Salah satu akun yang membagikannya menuliskan keterangan, “Bantuan korban banjir dijatuhkan dari helikopter, hasilnya tidak ada yang bisa dimakan.” Unggahan itu pun langsung menyedot perhatian publik.

Dalam video terlihat helikopter terbang rendah di atas permukiman. Satu per satu karung beras dijatuhkan. Beberapa karung pecah sesaat setelah menyentuh tanah. Beras putih berhamburan di antara lumpur dan genangan air. Warga yang telah lama menunggu bantuan langsung mendekat dan berusaha mengumpulkan butiran beras yang masih bisa diselamatkan.

BACA JUGA:7 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan dengan AI Canggih Terbaik 2025

Pemandangan itu memicu gelombang kritik dari warganet. Banyak yang menyayangkan metode distribusi bantuan tersebut. Sebagian mempertanyakan mengapa bantuan tidak dilengkapi parasut atau kemasan khusus agar tidak rusak saat dijatuhkan dari udara.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Ketua Harian Posko Darurat Bencana, Basarin Yunus Tanjung, meminta masyarakat memahami situasi genting di lapangan. Ia menjelaskan bahwa banyak wilayah terdampak tidak memiliki helipad atau lokasi pendaratan yang memadai, sementara jalur darat benar-benar terputus akibat longsor.

“Dalam kondisi normal tentu ada prosedur yang lebih ideal. Namun di daerah terpencil dan terisolasi, pilihan yang tersedia sangat terbatas. Saat itu, menjatuhkan bantuan dari udara menjadi satu-satunya cara tercepat untuk menjangkau warga,” jelasnya.

Bobby Pastikan Bantuan Terus Mengalir

Meski mendapat sorotan tajam, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak akan berhenti. Pemantauan udara terus dilakukan untuk memetakan wilayah terdampak, memastikan keberadaan warga yang masih terisolasi, serta menyalurkan logistik lanjutan.

Ia menyebut, akses darat yang tertutup longsor memaksa pemerintah menggunakan metode distribusi khusus agar bantuan tetap bisa sampai ke lokasi bencana.

BACA JUGA:Pimpin Langsung Distribusi Bantuan, Dirut BSI Kirimkan Lagi Bantuan Tambahan Untuk Masyarakat Aceh

“Selain melakukan pemantauan lewat udara, kami terus mendistribusikan logistik bagi masyarakat di wilayah yang masih terisolasi dan jalur daratnya belum bisa dilalui,” ujar Bobby.

Koordinasi lintas instansi, lanjutnya, juga terus diperkuat untuk mempercepat proses evakuasi, penanganan darurat, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir serta longsor.

Di akhir pernyataannya, Bobby turut mengajak masyarakat mendoakan agar proses penanganan bencana berjalan lancar dan wilayah terdampak bisa segera pulih.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: