Wisatawan Asing ke Yogyakarta Turun 30%, Ini Strategi Baru Dinas Pariwisata
Wisatawan Asing ke Yogyakarta Turun 30%-(Dokumen Istimewa)-
Radarpena.co.id - Penurunan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi perhatian serius pemerintah setempat.
Dalam tiga bulan pertama tahun 2025, tren kunjungan turis asing menunjukkan penurunan yang cukup tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, jumlah wisatawan internasional sepanjang Januari hingga Maret 2025 mengalami penurunan.
"Periode Januari hingga Maret 2025 wisatawan mancanegara turun 30,33 persen dibanding tahun lalu di periode yang sama," ungkap Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati.
Penurunan ini tidak lepas dari berbagai faktor global, seperti perubahan kebijakan perjalanan di sejumlah negara serta kondisi ekonomi dunia.
"Jika dipersentase pada tahun ini pada periode yang sama turunnya 30,33 persen," jelasnya.
BACA JUGA : Promo Kereta Wisata Mulai Rp 300 Ribuan, Rasakan Perjalanan Mewah KAI Wisata
BACA JUGA : Gunung Bromo Ditutup Sementara Usai Libur Lebaran 2026, Ternyata Ini Alasannya
Langkah Baru Dinas Pariwisata Yogyakarta
Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Pariwisata DIY mulai menyusun langkah strategis untuk menggenjot kembali kunjungan wisatawan asing.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengalihkan fokus pasar ke negara-negara Asia Tenggara, khususnya Malaysia.
"Calon wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia, itu melihat bahwa nilai ringgit apabila kemudian ke Indonesia, itu maka lebih menguntungkan," ucapnya.
Pasar Malaysia dinilai memiliki potensi besar, terutama karena nilai tukar mata uang yang relatif menguntungkan bagi wisatawan dari negara tersebut saat berkunjung ke Indonesia.
Selain itu, karakter wisatawan Malaysia yang cenderung bepergian bersama keluarga menjadi pertimbangan dalam menyusun strategi promosi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: