Kunjungi SGN, Menko Pangan: Terima Kasih Pahlawan Swasembada Pangan

Kunjungi SGN, Menko Pangan: Terima Kasih Pahlawan Swasembada Pangan

Mahmudi Direktur Utama PT SGN (kanan berbaju biru) memberikan penjelasan strategi SGN untuk memenuhi kebutuhan gula masyarakat Sumatera Utara melalu PG Kwala Madu dan PG Sei Semayang kepada rombongan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat melakukan kunj--Dok Kemenko Pangan

"Saya tadi juga mengajak Bupati dan anggota DPR untuk mendata wilayah yang cocok tanaman tebu di mana saja karena sangat menguntungkan. Di Sumatera Utara saja perlunya 150 ribu ton belum ditambah Aceh kan Aceh itu 150 ribu, kita baru 30 ribu. Jadi kurangnya banyak ya jadi sangat menguntungkan. Kita mengajak nanti yang cocok hanya untuk tebu. Kita ajak masyarakat kerjasama perusahaan dapat bahan baku supaya dapat keuntungan yang berlipat lipat", harap Zulkifli Hasan.

Sementara itu Mahmudi menyebut rencana untuk pertambahan luasan lahan tebu diantaranya melalui kerjasama dengan petani tebu rakyat.

BACA JUGA:Menko Pangan: Januari 2025, Bansos Beras Bakal Disalurkan ke Masyarakat

"Saat ini luas lahan tebu kita di 6,2 ribu hektar. Nantinya tahun 2027 kita sudah merencanakan di 9 ribu hektar tersebar  di Kuala Madu dan Semayang.  Kita juga ditugaskan memperluas tebu rakyat. Sudah berkomunikasi dengan  Bupati  Langkat dan Bupati Binjai. Nanti akan kita coba follow up untuk lebih mempercepat lagi tugas yang diberikan", jelas Mahmudi

Ganti Varietas untuk Genjot Produktivitas  

Menurut Mahmudi varietas tebu yang saat ini di kebun Kwala Madu merupakan jenis varietas lama dan perlu dilakukan penggantian varietas baru sehingga  ada peningkatan produktivitas gula.

"Varietas yang ada sekarang adalah varietas BZ. Itu varietas yang sudah ditinggal di masa lalu. Nah, sekarang kita akan menggunakan varietas Nusantara. Kemudian nanti akan kita introduksi di Sumatera Utara ini, tahun ini kita sudah 600 hektar untuk kemudian introduksi varietas baru yang ada di wilayah 2025 kedepan. Tahun 2025 ini meningkat produksinya, yang kemarin hanya 13ribu ton, tahun ini Insya Allah kita 21ribu ton gula", ungkap Mahmudi lebih lanjut.

Pihaknya menyebut pergantian varietas tersebut akan meningkatkan produktivitas, yang saat ini di 70 ton per hektar nanti akan meningkat menjadi 85 ton per hektar, demikian juga dengan rendemen yang juga akan ada peningkatan yang saat ini di 6,5%  menjadi setidaknya 8%.

"Penggantian varietas diharapkan ada peningkatan signifikan, yang artinya tiga tahun kedepan, tahun 2027 kita ditugaskan untuk memproduksi gula dua kali lipatnya", punkasnya.

 BACA JUGA:Bulog Langsung di Bawah Presiden, Ini Pernyataan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Sebagai informasi, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang dikenal dengan Sugar Co merupakan perusahan sub-Holding Gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang bergerak di bidang usaha agro industri komoditas gula.  Perusahaan didirikan pada tanggal 17 Agustus 2021 berdasarkan  hukum pendirian merujuk pada Surat Menteri BUMN Nomor S-527/MBU/07/2021 tanggal 26 Juli 2021.

Pendirian perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara dalam rangka restrukturisasi bisnis gula PTPN Grup, adalah merupakan merupakan salah satu dari 88 Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah guna mendukung pencapaian swasembada gula nasional.

Perusahaan mengkonsolidasi 36 Pabrik Gula Perkebunan Nusantara yang tersebar dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Saat ini Perusahaan melakukan upaya-upaya restrukturisasi bisnis gula dan transformasi usaha di sektor pengolahan tanaman tebu (off farm), kemitraan budidaya perkebunan (on farm), peningkatan kesejahteraan petani tebu rakyat serta unit-unit pendukungnya guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas Perusahaan.(***)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait