INPRES Khusus dari Presiden Prabowo: Tiap Sekolah Harus Belajar Main Game DOTA ?

INPRES Khusus dari Presiden Prabowo: Tiap Sekolah Harus Belajar Main Game DOTA ?

--

Masa iya hanya untuk sebuah game presiden sampe mengeluarkan intruksi..??

Sementara secara umum tugas seorang presiden lebih berkaitan dengan urusan pemerintahan, kebijakan publik, ekonomi, pertahanan dan keamanan dll.

Jadi apa urgensinya pak prabowo mengeluarkan intruksi untuk sebuah game..??

Intruksi presiden itu barang mahal tidak sembarang dikeluarkan...

Pak Prabowo hampir setiap pidato selalu mengeluarkan intruksi... intruksi dan intruksi...

Kalo begitu terus lama-lama intruksi pak prabowo gak ada yang mau dengar yg tentunya bisa mengganggu kewibawaan dia sebagai seorang presiden loh...”

 

Namun, benarkah Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh siswa di Indonesia untuk bermain gim DOTA?

Setelah ditelusuri lebih jauh, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi yang menyebut Presiden Prabowo menginstruksikan siswa untuk bermain gim DOTA.

Hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector Hive Moderation menunjukkan video yang beredar memiliki probabilitas 79,8 persen sebagai hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI) atau deepfake.

Video asli diketahui berasal dari tayangan Sekretariat Presiden berjudul “LIVE: Official State Welcoming Ceremony for President Prabowo in the French Republic, Paris, May 28th 2026”. Dalam pidato tersebut, Presiden Prabowo tidak pernah menyebut gim DOTA maupun menginstruksikan siswa untuk memainkannya.

BACA JUGA:Pemerintah Tetapkan Beli Pertalite cuma Rp50 ribu per Transaksi?

Dalam konteks aslinya, Prabowo menyampaikan pentingnya peningkatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Prancis.

Ia mengatakan bahwa seluruh tingkatan sekolah di Indonesia perlu mulai mempelajari bahasa Prancis sebagai bagian dari persiapan menghadapi perkembangan global di masa depan. Pidato lengkapnya dapat dilihat di sini

Pernyataan “harus belajar bahasa Prancis” kemudian dimanipulasi menjadi “harus belajar bermain DOTA” melalui rekayasa audio dan video sehingga menimbulkan kesan seolah-olah Presiden Prabowo benar-benar mengeluarkan instruksi tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait