Remaja Jakarta Berpotensi Tinggi Terkena Diabetes, Ini Penyebabnya
Ilustrasi diabetes-Unsplash/ Isens Usa-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan serius terkait meningkatnya risiko penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus, yang kini mengintai kalangan remaja di perkotaan, termasuk Jakarta.
Wakil Kepala Dinkes DKI Jakarta, Lies Dwi Octavia, menyampaikan bahwa pola hidup tidak sehat, minim aktivitas fisik, serta konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak menjadi penyebab utama makin banyaknya remaja yang berisiko terkena diabetes.
“Kebanyakan remaja di Jakarta lebih banyak duduk dan bermain gadget. Kurangnya aktivitas fisik membuat risiko penyakit tidak menular meningkat, bahkan sejak usia muda,” ujar Lies Dwi kepada wartawan, Senin (28/7/2025).
BACA JUGA:Pertama di Indonesia, Mercedes-AMG CLE 53 Cabriolet Resmi Meluncur, Cek Langsung Performanya
Pola Hidup Remaja Perlu Diubah
Dinkes DKI Jakarta mengimbau para remaja untuk segera mengubah pola hidup, mulai dari meningkatkan aktivitas fisik, hingga membiasakan konsumsi makanan sehat rendah gula, garam, dan lemak.
“Ini waktunya kita bergerak bersama untuk mengubah perilaku, terutama di kalangan muda,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes DKI juga menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang bisa diakses di seluruh Puskesmas Kecamatan dan Puskesmas Pembantu.
Program ini menyasar semua usia untuk deteksi dini penyakit tidak menular seperti:
- Diabetes melitus
- Hipertensi
- Stroke
- Penyakit jantung
- Gagal ginjal
- Kanker
“Penyakit-penyakit ini harus diwaspadai sejak dini. Karena itu kami lakukan pemeriksaan secara rutin, bahkan mulai dari bayi baru lahir,” kata Lies Dwi.
BACA JUGA:Viral! Massa di Padang Bubarkan Kegiatan Doa Anak GKSI, 2 Anak Terluka
Sebagai bentuk preventif lebih luas, Dinkes DKI juga mengadakan program pemeriksaan kesehatan di sekolah-sekolah secara door to door, agar pelajar bisa mendapat pemeriksaan rutin tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup sehat sejak usia muda dan menekan angka kasus penyakit tidak menular di Jakarta.(cahyono)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: