Revitalisasi RPTRA Kalijodo, Pramono Anung: Dari Tempat 'Haram Jadah' Menuju Ruang Sosial Modern

Revitalisasi RPTRA Kalijodo, Pramono Anung: Dari Tempat 'Haram Jadah' Menuju Ruang Sosial Modern

Pramono Anung revitalisasi RPTRA Kalijodo, hapus stigma negatif. Akan dibangun lapangan multiguna dan ruang sosial baru. -cahyono-radarpena.co.id Disway group

JAKARTA, RADARPENA.CO.IDGubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menggulirkan program besar untuk menata wajah ibu kota, kali ini dengan menyasar RPTRA Kalijodo yang terletak di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Pramono menegaskan bahwa ia ingin menghapus stigma negatif Kalijodo dan menjadikannya ruang interaksi sosial yang positif bagi warga Jakarta.

“Saya betul-betul ingin Kalijodo, yang dulu saya sebut tempat haram jadah, menjadi tempat sajadah,” ujar Pramono di Balai Kota DKI, Jumat (4/7/2025).

BACA JUGA:Mengenal Sosok Andre Silva, Usia Pendek Bersama Sang Kakak

Sebagai informasi, Kalijodo dulunya dikenal sebagai kawasan penuh aktivitas ilegal, mulai dari prostitusi, perjudian hingga minuman keras.

Namun, pada tahun 2017, kawasan ini dirombak total oleh mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan disulap menjadi RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak).

Sayangnya, menurut Pramono, pengelolaan Kalijodo setelah era Ahok dinilai kurang maksimal. Akibatnya, area yang seharusnya menjadi ruang publik sehat malah kembali terkesan tak terurus.

“Kalau tidak diperbaiki, Kalijodo bisa kembali ke setelan lama. Maka dari itu, harus segera kita revitalisasi,” tegasnya.

Sebagai bagian dari penataan ulang, Pemerintah Provinsi DKI akan membangun lapangan olahraga multiguna di kawasan Kalijodo.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, M. Fajar Sauri.

BACA JUGA:8 Ide Usaha Digital Kekinian dengan Potensi Cuan Besar, Modal Minim Hasil Maksimal!

“Lapangan ini akan multifungsi, bisa untuk voli, basket, futsal, dan kegiatan komunitas lainnya,” jelas Fajar.

Tak hanya itu, RPTRA Kalijodo juga akan dilengkapi dengan:

  • Ruang pertemuan dan diskusi warga
  • Ruang kontemplasi atau meditasi
  • Zona healing dan edukasi seni-budaya
  • Area ramah anak dan lansia

Pramono Anung yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab) era Presiden Jokowi, menyebutkan bahwa proyek revitalisasi ini akan memakan waktu sekitar enam bulan ke depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait