Sesuai UU, Begini Penghitungan Pembagian Royalti dari LMKN

Sesuai UU, Begini Penghitungan Pembagian Royalti dari LMKN

Skema penghitungan royalti--

Radarpena.co.id, Jakarta - Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) telah memberikan penjelasan detail mengenai aturan dan cara pembayaran royalti lagu untuk kafe.

Komisioner LMKN Bidang Kolekting dan Lisensi, Yessi Kurniawan, menjelaskan bahwa pemilik kafe tidak bisa begitu saja memutar lagu dari layanan digital service provider seperti Spotify, Apple Music, atau YouTube. Hal ini karena lisensi dari platform tersebut umumnya hanya untuk konsumsi pribadi.

 

"Aplikasi-aplikasi itu tidak boleh digunakan untuk keperluan komersial. Itu hanya digunakan untuk keperluan pribadi," jelasnya, dikutip dari Metro Hari Ini di Metro TV, pada Selasa, 5 Agustus 2025.

BACA JUGA:WAMI: Putar Lagu di Pernikahan Wajib Bayar Royalti, Ini Penjelasan dan Skema Tarifnya!

Oleh karena itu, setiap tempat usaha yang memutar musik di ruang publik, baik itu kafe, restoran, hotel, atau toko, wajib memiliki Public Performing License. Lisensi inilah yang memberikan izin sah bagi pengusaha untuk menggunakan karya musik yang memiliki hak cipta.

Aturan tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik.

 

Cara Menghitung Royalti Lagu di Kafe

LMKN telah menetapkan tarif royalti yang mudah dan fleksibel, yaitu tidak berdasarkan jumlah lagu yang diputar, melainkan berdasarkan jumlah kursi efektif di tempat usaha.

"Kita kalikan dengan Rp120.000 untuk satu kursi satu tahun," kata Yessi.

Untuk menentukan jumlah kursi efektif ini, pemilik usaha diberikan keleluasaan untuk melakukan self-assessment atau melaporkan sendiri tingkat okupansi atau rata-rata kursi yang terisi.

 BACA JUGA:Ari Lasso Kritik Soal Royalti Musik: Desak BPK, KPK, hingga Bareskrim Audit WAMI

Jadi, meskipun sebuah kafe memiliki 100 kursi, jika pengusaha melaporkan bahwa tingkat huniannya rata-rata hanya 15 kursi yang terisi, maka perhitungan royalti akan didasarkan pada 15 kursi saja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: