Asal Usul Lomba Panjat Pinang dan Filosofi di Baliknya, Dari Hiburan Penjajah Jadi Simbol Persatuan

Asal Usul Lomba Panjat Pinang dan Filosofi di Baliknya, Dari Hiburan Penjajah Jadi Simbol Persatuan

Ilustrasi panjat pinang-Freepik-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Setiap 17 Agustus, ada satu lomba yang selalu bikin penonton teriak-teriak dan peserta ketawa sekaligus ngos-ngosan.

Apalagi kalau bukan panjat pinang. Pohon pinang tinggi menjulang, dilumuri pelumas licin, dan di puncaknya tergantung hadiah yang menggiurkan. 

Dari kejauhan, lomba ini terlihat seperti permainan sederhana. Hanya memanjat pohon, mengambil hadiah, lalu turun.

Tapi saat mencoba, peserta akan sadar bahwa pohon pinang yang sudah dilumuri pelumas itu bukan sekadar tiang, dia adalah “musuh licin” yang menguji kekuatan fisik, kecerdikan, dan kekompakan tim.

Meski identik dengan kemeriahan Hari Kemerdekaan Indonesia, panjat pinang ternyata punya kisah panjang yang menarik untuk diungkap, lho.

BACA JUGA:Merayakan HUT ke-80 RI, Kunjungi 5 Destinasi Bersejarah Ini untuk Menghargai Perjuangan Pahlawan

BACA JUGA:Sering Dinyanyikan saat 17 Agustus, Ini Sejarah dan Makna Lagu Hari Merdeka Karya Husein Mutahar

Mulai dari sejarahnya yang ternyata dibawa oleh penjajah, hingga filosofi yang diam-diam mengajarkan kita tentang perjuangan, kerja sama, dan pengorbanan.

Penasaran seperti apa? Yuk, langsung simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Asal Usul Lomba Panjat Pinang

Panjat pinang sebenarnya bukan murni tradisi asli Indonesia. Konon, lomba ini pertama kali diperkenalkan oleh Belanda pada masa penjajahan.

Mereka mengadakannya untuk merayakan pesta atau peringatan hari besar Kerajaan Belanda di Nusantara. Bedanya, peserta lomba saat itu adalah masyarakat lokal yang memperebutkan hadiah demi hiburan para tuan kolonial.

Pohon pinang dipilih karena bentuknya tinggi, lurus, dan sulit dipanjat, apalagi setelah dilumuri pelumas. Tantangannya memang dirancang untuk membuat peserta kesulitan, sehingga terlihat lucu bagi penonton.

Namun, seiring berjalannya waktu, panjat pinang berubah makna. Dari lomba hiburan untuk penjajah, menjadi simbol perjuangan rakyat yang saling bahu-membahu demi mencapai tujuan.

Tradisi ini akhirnya lekat dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait