Benarkah Makan Cumi-Cumi Bisa Picu Alergi Seafood Kambuh? Ini Penjelasannya
Berbagai olahan seperti cumi goreng tepung, cumi saus tiram, hingga cumi bakar kerap menggugah selera.--
Radarpena.co.id, Jakarta - Cumi-cumi adalah salah satu makanan laut yang digemari karena teksturnya yang kenyal dan rasanya yang gurih. Berbagai olahan seperti cumi goreng tepung, cumi saus tiram, hingga cumi bakar kerap menggugah selera. Namun, di balik kelezatannya, Cumi-cumi juga bisa menjadi pemicu kambuhnya alergi makanan laut, terutama bagi mereka yang memiliki sensitivitas terhadap seafood.
Cumi-Cumi Termasuk Kelompok Moluska
Secara ilmiah, cumi-cumi termasuk dalam kelompok moluska, yaitu hewan laut bertubuh lunak seperti kerang, tiram, dan gurita. Selain moluska, kelompok makanan laut lainnya yang sering memicu alergi adalah krustasea, seperti udang, kepiting, dan lobster.
Seseorang yang alergi terhadap salah satu jenis makanan laut belum tentu alergi terhadap semua jenisnya. Namun, dalam banyak kasus, reaksi silang dapat terjadi. Artinya, seseorang yang alergi udang bisa saja juga sensitif terhadap cumi-cumi atau kerang.
BACA JUGA:Waspadai Alergi Kulit: Ini Cara Efektif dan Mudah untuk Mencegahnya
Gejala Alergi Seafood
Alergi makanan laut, termasuk terhadap cumi-cumi, dapat menimbulkan berbagai gejala, di antaranya:
- Gatal-gatal atau biduran pada kulit
- Bengkak pada wajah, bibir, atau lidah
- Sesak napas atau suara napas mengi
- Mual, muntah, atau diare
- Pusing atau pingsan
Dalam kasus berat, bisa terjadi anafilaksis, yaitu reaksi alergi parah yang mengancam jiwa
BACA JUGA:Petasol: Obat Herbal Alami untuk Migrain dan Alergi, Tapi Waspadai Efek Sampingnya
BACA JUGA:Sindrom Berbahaya ketika Alergi Obat Bisa Mematikan, di Indonesia Kurang Dikenal
Gejala bisa muncul dalam beberapa menit hingga satu jam setelah mengonsumsi makanan laut, tergantung tingkat keparahan alerginya.
Mengapa Alergi Seafood Bisa Kambuh?
Alergi terjadi karena sistem imun salah mengenali protein tertentu sebagai ancaman. Dalam kasus cumi-cumi dan seafood lainnya, protein yang terkandung di dalamnya dapat memicu sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin dan senyawa lainnya, yang menyebabkan reaksi alergi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: