Demi Bertahan Hidup, Warga Surabaya Serahkan Ibu ke Panti Jompo
Viral: warga di Surabaya bersama 3 saudaranya serahkan Ibu kandung ke Panti Jompo--
Surabaya, Radarpena.co.id - Kisah mengharukan kembali menggema di media sosial setelah seorang warga Surabaya bersama ketiga saudaranya memutuskan menyerahkan ibu kandung mereka ke sebuah panti jompo di Kota Malang. Keputusan itu bukan tanpa alasan—mereka mengaku terdesak kondisi ekonomi dan tidak mampu lagi merawat sang ibu secara layak.
Siti Fatimah, lansia berusia sekitar 70 tahun, tiba di Griya Lansia Husnul Khotimah dalam kondisi sehat namun tampak kebingungan. Ia datang diantar oleh keempat anak kandungnya yang telah menandatangani surat penyerahan resmi kepada pihak pengelola panti.
BACA JUGA: Bos Perusahaan Kepergok Skandal Kiss Cam di Konser Coldplay, Begini Respons Chris Martin
Menurut Camat Pabean Cantian, Muhammad Januar Rizal, keputusan itu diambil karena keterbatasan ekonomi keluarga dan keterbatasan tempat tinggal. “Anaknya tidak punya cukup ruang di rumah. Dia bilang kalau ibunya lebih terawat di panti karena ada fasilitas dan pengawasan medis,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (17/7).
BACA JUGA:Profil CEO Astronomer Andy Byron yang Terciduk Selingkuh di Konser Coldplay
Namun keputusan tersebut menuai reaksi beragam di masyarakat. Banyak warganet mengekspresikan rasa haru dan kecewa, menilai penyerahan orang tua ke panti jompo sebagai tindakan yang kurang berperikemanusiaan, meskipun ada juga yang memahami bahwa keputusan itu diambil dalam kondisi sulit.
BACA JUGA:Viral! CEO Astronomer Terciduk Selingkuh saat Konser Coldplay di Boston
Kisah ini viral setelah salah satu relawan sosial mengunggah video penyerahan sang ibu ke media sosial. Dalam video tersebut, Siti Fatimah tampak diam, sesekali tersenyum, tanpa menyadari bahwa hari itu menjadi awal kehidupannya jauh dari rumah sendiri.
Pihak Griya Lansia sendiri menyatakan menerima Siti Fatimah dengan terbuka dan akan memberikan perawatan sesuai standar. “Kami tidak menghakimi latar belakang keluarga. Kami fokus pada perawatan dan kenyamanan lansia,” kata pengurus panti, Sri Wahyuni.
Fenomena ini bukan yang pertama. Sebelumnya, seorang lansia bernama Mbah Nasikah juga viral karena dititipkan ke panti jompo oleh keluarganya di Surabaya. Namun setelah ramai di media sosial, keluarganya menjemput kembali sang ibu.
Pengamat sosial dari Universitas Airlangga, Dr. Renny Wulandari, menyebut peristiwa ini sebagai cerminan tekanan sosial dan ekonomi perkotaan. “Banyak keluarga muda hidup dalam keterbatasan ruang dan biaya. Ketika merawat orang tua tak lagi memungkinkan, panti jompo dianggap solusi rasional, meskipun emosionalnya berat,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: