Viral! Pemilik Toko di Surabaya Kena Pungli Berkedok Sumbangan Paksa, Seperti apa Gayanya

Viral! Pemilik Toko di Surabaya Kena Pungli Berkedok Sumbangan Paksa, Seperti apa Gayanya

Pemilik toko di Surabaya kena pungli berkedok sumbangan --TikTok @authenticsby

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video viral dari Surabaya, Jawa Timur, yang memicu pro dan kontra. Seorang pemilik toko mengaku menjadi korban pungutan liar (pungli) berkedok sumbangan untuk acara 17 Agustusan. 

Bukan hanya soal nominal yang dianggap tidak masuk akal, kejadian ini juga diwarnai ujaran rasis yang membuat warganet semakin geram. 

Kejadian ini terjadi pada Kamis, 7 Agustus 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam video yang diunggah, terlihat tiga ibu-ibu datang ke toko milik korban untuk meminta sumbangan acara kemerdekaan

Menurut pengakuan pemilik toko, mereka meminta nominal besar, antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta, dengan alasan tetangga lain sudah menyumbang jumlah serupa.

"Mereka memaksa saya untuk memberikan sumbangan dengan nominal yang besar mulai dari 500.000-1.000.000 dengan alasan tetangga lain memberi jumlah tersebut," ujarnya.

BACA JUGA:

Merasa janggal, sang pemilik toko meminta dokumen resmi sebagai bukti kegiatan. Namun, bukti yang diberikan hanya berupa tulisan tangan, bukan dokumen dari panitia resmi. Saat diminta bukti asli, salah satu dari mereka justru bersikap kasar dan berteriak di dalam toko.

"Bukti yang mereka bawa hanya tulisan tangan, bukan dokumen resmi. Saat saya minta bukti asli, mereka malah bersikap kasar dan salah satu berteriak di dalam toko," sambungnya.

Korban menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pungli dan premanisme, terlebih disertai ujaran rasis "Cino Medit" yang dilontarkan kepada dirinya. 

"Tindakan ini saya anggap sebagai pungli dan premanisme, apalagi disertai ujaran rasis 'Cino Medit'," tambahnya.

Ia pun membagikan kronologi di media sosial dengan harapan masyarakat lebih waspada terhadap modus serupa.

Ramai diperbincangkan, video tersebut pun memancing berbagai reaksi, mulai dari yang membela pemilik toko hingga yang justru memihak pihak peminta sumbangan.

Video ini sudah ditonton lebih dari 387 ribu kali dan dipenuhi 2.307 komentar. Warganet terbelah, ada yang mengecam keras perbuatan ibu-ibu tersebut, ada pula yang menganggap pemilik toko seharusnya memberi sumbangan dengan lapang dada.

BACA JUGA:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait