Mengapa Malam 1 Suro Dianggap Sakral? Ini Asal Usul dan Mitos Mistisnya

Mengapa Malam 1 Suro Dianggap Sakral? Ini Asal Usul dan Mitos Mistisnya

Malam 1 Suro: Malam yang Penuh Klenik dan Mistik dalam Tradisi Jawa--Foto: ideogram.ai

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Malam 1 Suro selalu menjadi perbincangan menarik setiap kali tahun baru Jawa tiba. 

Bagi sebagian masyarakat, terutama di Pulau Jawa, malam ini bukan sekadar pergantian hari dalam kalender, melainkan malam yang diyakini penuh kekuatan gaib, aura mistis, dan nuansa spiritual yang sangat kental. 

Tapi sebenarnya, mengapa malam 1 Suro dianggap begitu sakral dan penuh misteri? Mari kita telusuri asal-usul dan mitos mistis yang mengelilinginya.

BACA JUGA:Malam 1 Suro 2025 Jatuh Tanggal Berapa? Ini 5 Weton Paling Hoki dan Kaya Mendadak!

Asal Usul Malam 1 Suro dalam Penanggalan Jawa

Malam 1 Suro adalah malam menyambut tanggal 1 bulan Suro dalam kalender Jawa, yang identik dengan bulan Muharram dalam kalender Hijriah Islam. 

Kalender Jawa sendiri merupakan perpaduan antara penanggalan Islam dan budaya lokal, khususnya pengaruh dari Kerajaan Mataram Islam yang menciptakan sistem ini pada abad ke-16.

Dalam budaya Jawa, bulan Suro adalah waktu yang sangat dihormati, "Suro" berasal dari kata "Asyura", yaitu tanggal 10 Muharram dalam Islam, yang juga memiliki makna penting karena terkait dengan berbagai peristiwa sejarah Islam, seperti tragedi Karbala

Namun dalam konteks Jawa, makna Suro melebar jauh dari sekadar sejarah—ia berkembang menjadi simbol spiritualitas, penyucian diri, dan sekaligus dunia yang tak kasat mata.

BACA JUGA:Kalender Jawa Juni 2025 Lengkap dengan Weton dan Hijriyah, Catat Tanggal Garebeg Besar dan Malam 1 Suro

Mengapa Dianggap Sakral dan Mistis?

Bagi masyarakat Jawa, malam 1 Suro bukan malam untuk berpesta atau bersenang-senang seperti tahun baru pada umumnya. 

Justru sebaliknya, malam ini dianggap sebagai waktu yang sangat keramat, banyak yang percaya bahwa pada malam ini, "pintu dunia gaib" terbuka lebar. 

Oleh sebab itu, aktivitas yang dilakukan pun cenderung lebih spiritual dan penuh kehati-hatian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait