6 Cara Simpel Atasi Kuku Cantengan di Rumah, Biar Nyeri Cepat Hilang!

6 Cara Simpel Atasi Kuku Cantengan di Rumah, Biar Nyeri Cepat Hilang!

Ilustrasi mengatasi cantengan-Freepik/ jcomp-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Siapa dari kamu yang pernah mengalami kuku kaki yang tumbuh nyelonong ke dalam kulit sampai bikin nggak nyaman?

Nah, itu yang biasa disebut kuku cantengan atau ingrown toenail dalam bahasa medis. Biasanya sih terjadi di jempol kaki, tapi bisa juga kok di jari kaki lainnya.

Kalau nggak segera diatasi, masalah ini bisa bikin nyeri, bengkak, merah, bahkan infeksi.

Penyebabnya beragam, mulai dari kuku yang keliru dipotong terlalu pendek atau miring, sepatu yang kurang pas, terlalu ketat atau kebesaran, sampai luka ringan di kuku.

Orang yang gampang berkeringat (hiperhidrosis) atau sedang konsumsi obat tertentu juga bisa lebih rentan kena cantengan.

Nah, biar nggak makin parah, yuk simak cara-cara simpel yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah buat mengatasi kuku cantengan!

BACA JUGA:Hukum Memotong Kuku Ketika Sedang Haid untuk Wanita dalam Islam, Apakah Boleh?

BACA JUGA:Tenang Dan Nyaman! Cara Healing Terbaik Meski Hanya di Rumah, Menjaga Kesehatan Mental dengan Cara Sederhana

1. Rendam Kaki dengan Air Hangat

Cara paling mudah dan nyaman untuk meredakan nyeri adalah dengan merendam kaki di air hangat selama kurang lebih 20 menit.

Kalau mau lebih efektif, tambahkan garam Epsom. Air hangat dan garam bisa membantu meredakan bengkak dan melunakkan kulit di sekitar kuku, jadi rasa sakitnya agak berkurang.

2. Coba Rendam Pakai Cuka Apel yang Sudah Diencerkan

Cuka apel dikenal punya sifat antimikroba dan antiinflamasi. Meski bukti ilmiah belum terlalu kuat, banyak yang bilang manfaatnya oke untuk cantengan.

Caranya, campurkan 1/4 gelas cuka apel ke dalam baskom berisi air hangat, lalu rendam kaki selama maksimal 20 menit setiap hari.

3. Pakai Salep Antiseptik

Kalau kamu khawatir infeksi, salep antiseptik yang bisa dibeli bebas di apotek bisa jadi solusi. Oleskan ke area sekitar kuku cantengan sampai beberapa kali sehari sesuai petunjuk.

Tapi, hati-hati kalau kulitmu sensitif, karena bisa saja timbul reaksi alergi seperti gatal atau ruam. Kalau itu terjadi, langsung stop pemakaian dan konsultasi ke dokter, ya!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait