10 Fakta Unik Candi Borobudur, Jejak Ajaran Buddha dalam Keajaiban Arsitektur Jawa

10 Fakta Unik Candi Borobudur, Jejak Ajaran Buddha dalam Keajaiban Arsitektur Jawa

Fakta-fakta menarik Candi Borobudur-Unsplash/ Mario La Pergola-

Untungnya, arkeolog bernama Groenveldt menolak ide ini dan menyelamatkan situs dari kehancuran total.

Meski begitu, banyak koleksi arca dan batuan asli Borobudur sempat “dihadiahkan” ke negara lain, termasuk ke Raja Thailand pada tahun 1896.

5. Reliefnya Bercerita tentang Kehidupan Buddha

Borobudur bukan cuma indah, tapi juga sarat makna. Terdapat sekitar 2.672 panel relief, dan sekitar 1.460 di antaranya menceritakan kehidupan dan ajaran Buddha seperti kisah Jataka dan Awadana.

Selain itu, terdapat 504 arca Buddha dan 72 stupa berlubang di puncak candi. Uniknya lagi, sistem drainase candi juga dibuat artistik, dengan saluran air berbentuk ikan berkepala gajah!

BACA JUGA:6 Candi Peninggalan Kerajaan di Kediri Jawa Timur, Ada yang Telah Berusia Lebih dari 1000 Tahun

BACA JUGA:Mengenal Candi Gedong Songo di Lereng Gunung Ungaran, Menjadi Objek Wisata Populer di Semarang Jawa Tengah

6. Sudah Dua Kali Dipugar Besar-besaran

Pemugaran pertama dilakukan pada akhir abad ke-19 oleh pemerintah Hindia Belanda setelah penemuan struktur kaki tersembunyi di tahun 1885. Tapi karena dana terbatas, pemugaran berjalan setengah hati.

Restorasi besar kedua terjadi di tahun 1973 atas kerja sama pemerintah Indonesia dan UNESCO. Proyek yang menelan biaya jutaan dolar ini berhasil mengembalikan Borobudur ke kejayaannya dan menjadikannya sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1991.

7. Jadi Tempat Ziarah Umat Buddha Dunia

Setiap perayaan Waisak, ribuan umat Buddha dari berbagai penjuru dunia datang ke Borobudur untuk melakukan ritual keagamaan.

Lentera-lentera beterbangan, doa dipanjatkan, dan suasana menjadi sangat sakral. Momen ini juga menarik perhatian wisatawan lokal dan internasional.

8. Pernah Jadi Sasaran Bom dan Gempa

Borobudur bukan tanpa luka. Pada tahun 1985, sembilan stupa rusak akibat ledakan bom. Pelaku utamanya adalah seorang ekstremis, dan kejadian ini menjadi pukulan besar bagi dunia budaya Indonesia.

Selain itu, gempa bumi dan letusan gunung berapi juga sempat mengancam kelestariannya. Tapi Borobudur tetap berdiri seperti simbol kekuatan dan ketahanan peradaban masa lampau.

9. Letusan Merapi Bikin Tertutup Abu

Letusan Gunung Merapi pada 2010 menutupi seluruh kompleks Candi Borobudur dengan debu vulkanik setebal 2,5 cm. Wisata pun ditutup sementara demi proses pembersihan.

UNESCO turun tangan kembali, menyumbangkan dana dan mendukung upaya rehabilitasi besar-besaran. Kini, sistem pengelolaan candi juga dilengkapi teknologi pengawasan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

BACA JUGA:Borobudur Punya Saingan, Ini Barisan Candi Budha Terkenal di Dunia

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait