Saksi Mata Bicara! Cerita Horor Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi 1998, Misteri Ninja yang Tak Terungkap

Saksi Mata Bicara! Cerita Horor Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi 1998, Misteri Ninja yang Tak Terungkap

Kesaksian Satrio menceritakan kisah horor dari pembantaian dukun santet di Banyuwangi tahun 1998 dan sang ayah yang turut menjadi korbannya-Youtube-Hirotada Radifan

Saking sadisnya mereka, bukan hanya mengincar dukun santet, tetapi juga masyarakat sipil, bahkan pemuka agama.

Hal ini diungkap oleh Satrio yang ia ceritakan di akun Threads (@JeroPoint) hingga dibaca sebanyak hampir 6 juta. Ia menceritakan pengalamannya melihat sang ninja yang terjadi dari Februari sampai Oktober 1998.

Di mana banyak pembantaian masyarakat yang mereka dikenal dengan dukun santet, yang sebelumnya rumah mereka di tandai dengan tanda X. Dan tidak butuh waktu lama bagi para ninja untuk menghabisi orang yang ada dirumah tersebut dengan waktu yang sangat singkat.

Biasanya rumah yang sudah ditandai dengan huruf X sebagai kode targetnya, rumah tersebut akan mengalami mati lampu, dan hanya dalam hitungan menit, seluruh keluarga yang ada dirumah tersebut akan dibunuh dengan sadis. Dan setelah tugasnya selesai, lampu akan otomatis menyala kembali.

Saking sadisnya banyak dari masyarakat Banyuwangi yang tak pernah berani keluar seusai magrib. Bahkan tak sedikit juga mereka yang saling mencurigai sesamanya.

BACA JUGA:Misteri Horor Sirkus Surya Malam, Pemain Sirkus Hilang Usai Siksa Anak Genderuwo, Muncul Setelah 10 Tahun

Saat itu, aparat keamanan seperti polisi yang berniat untuk menenangkan masyarakat Banyuwangi mengklaim telah menangkap sejumlah orang laki-laki yang diduga sebagai ninja. Namun justru hal tersebut malah membuat masyarakat semakin curiga. Pasalnya orang-orang tersebut merupakan orang yang mereka tahu dan dikenal cukup baik. Hal itu membuat masyarakat semakin yakin bahwa pemerintah hanya menjadikan mereka sebagai kambing hitam.

Selain itu, masyarakat semakin menaruh dendam kepada aparat, usai saat itu Bupati Banyuwangi memerintahkan setiap kepala desa mencatat nama-nama warganya yang diduga sebagai dukun ataupun punya keahlian lainnya dengan alasan untuk melindungi.

Akan tetapi bukannya mendapat keamanan, justru nama yang semuanya ada daftar tersebut tewas terbunuh. Bupati saat itu menjelaskan bahwa data yang mereka punya bocor, dan membuat masyarakat semakin ketakutan dan geram.

Kejadian ini membuat masyarakat Banyuwangi saat itu semakin mencurigai apabila ada orang asing yang masuk ke desa mereka. Tak sedikit juga mereka yang terlihat mencurigakan langsung dihabisi oleh desa setempat, sampai ada yang dibakar.

BACA JUGA:Merinding Banget! Kisah Horor Nabila Ngontrak di Rumah Hantu Terkutuk Jakpus, 5 Bulan Tinggal Langsung Pindah

Ayah Satrio Korban Ninja dan Percaya Ninja Bukan Manusia

Ilustrasi rumah ditandai huruf X sebagai target dari para ninja-Hirotada.

Meski tak dijelaskan usia Satrio saat itu, namun ia sudah tumbuh dengan besar di lingkungan yang penuh dengan magis. Hal ini yang membuat dirinya tak heran dengan magis atau ilmu-ilmu gaib, karena sudah menjadi hal biasa sejak kecil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait