Kisah Nyata Wewe Gombel, Anak Kecil yang Diculik Saat Maghrib dan Ditemukan di Atas Pohon
Ilustrasi wewe gombel-Pinterest-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Menjelang Maghrib, kampung kami selalu terasa berbeda. Langit memerah darah, udara berubah lembab, dan suara jangkrik tiba-tiba berhenti.
Itulah tanda tak kasatmata, saat dunia manusia dan dunia mereka mulai bersinggungan. Di waktu seperti itu, orang-orang tua selalu memperingatkan, “masuk rumah sebelum Maghrib. Jangan sampai Wewe Gombel menemukanmu.”
Cerita ini diadaptasi dari kisah nyata dalam buku Horor 13 karya Ajen Dianawati, diterbitkan oleh Gagas Media.
Namun malam itu, peringatan itu terlambat. Keponakanku, Zaki, bocah enam tahun yang polos tak kunjung pulang dari acara ulang tahun temannya.
Ia memilih jalan pintas melewati kebun aren yang sunyi, hanya ditemani angin dan bayangan pohon yang melambai seperti tangan.
BACA JUGA:7 Tragedi Nyata Paling Mistis di Amerika yang Tak Terpecahkan Hingga Kini, Horor Banget!
Azan Isya berkumandang, tapi Zaki belum juga tiba di rumah. Bibiku mulai gelisah, sementara pamanku keliling mencari jejak. Rumah teman-teman Zaki didatangi satu per satu, hasilnya nihil. Hingga akhirnya, warga ikut turun tangan.
Jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Suasana kampung tegang. Di tengah bisik-bisik warga, seseorang berucap pelan,
“Kayaknya… ini ulah Wewe Gombel.”
Nama itu langsung membuat bulu kuduk berdiri. Atas saran tetangga, mereka memanggil Pak Ijal, sesepuh desa yang dikenal memiliki “mata batin”. Ia menutup mata sejenak, lalu berkata lirih,
“Anak itu masih hidup. Tapi dia sedang disembunyikan... di kebun aren.”
Tanpa pikir panjang, warga membawa obor dan alat dapur, memukulnya keras sambil memanggil nama Zaki. Suara logam beradu dan teriakan memecah malam.
Tiba-tiba, salah satu warga berteriak menunjuk sesuatu di tanah, sepeda kecil Zaki, tergeletak di bawah pohon aren. Dan ketika obor diarahkan ke atas, semua orang membeku.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: