Kabar Duka, Aktor Senior Subarkah Hadisarjana Meninggal Dunia di Usia 67 Tahun
Subarkah Hadisarjana Meninggal Dunia -tangkapan layar-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kabar duka datang dari dunia seni Indonesia. Seniman legendaris Subarkah Hadisarjana dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (11/3/2025) dini hari di usia 66 tahun.
Kabar ini pertama kali diumumkan oleh aktor dan pemeran teater, Rangga Riantiarno, melalui akun Instagram pribadinya.
Rangga Riantiarno menyampaikan rasa duka citanya sekaligus mengenang momen terakhir bersama mendiang Subarkah. “Selamat jalan, om Barkah @subarkah5. Merupakan kehormatan bagiku menjadi salah satu kanvas ekspresi artistik om Barkah selama bertahun-tahun,” tulis Rangga dalam unggahannya.
Rangga juga mengungkapkan bahwa tata rias yang mereka buat bersama dalam pertunjukan Tanda Cinta (Salihara 2024) menjadi karya terakhir mereka. “Tak menyangka, tata rias dari muda ke tua dalam 5 menit di Tanda Cinta menjadi karya terakhir yang kami buat bersama,” lanjutnya.
Sebelumnya, pada 9 Maret 2025, Rangga sempat mengunjungi Subarkah yang sedang dirawat di rumah sakit. Saat itu, Subarkah terlihat menggunakan alat bantu pernapasan dan infus.
Jenazah Disemayamkan di Depok
BACA JUGA:Ria Ricis Ngaku Dimintai Rp10 Juta Saat Lapor Polisi
Jenazah Subarkah Hadisarjana kini disemayamkan di kediamannya di Pondok Tirta Mandala, Depok, Jawa Barat. Pemakaman akan dilaksanakan di TPU Tapos, Bogor, Jawa Barat.
Profil Subarkah Hadisarjana
Subarkah Hadisarjana adalah seorang seniman multitalenta yang dikenal sebagai aktor film, penata rias, penata artistik, dan perancang busana. Lahir pada 25 Juni 1958 di Kota Pare, Kediri, Subarkah telah berkontribusi besar dalam dunia seni Indonesia.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Dekan III Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada 2008 dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IKJ. Subarkah juga merupakan pengajar senior di Program Studi Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain IKJ.
Subarkah dikenal luas setelah terlibat sebagai penata rias dalam film Pengkhianatan G 30 S/PKI (1982). Kariernya terus bersinar dengan terlibat dalam film Djakarta 1966 karya Arifin C.
Noer sebagai penanggung jawab efek khusus. Selain itu, ia juga tampil dalam beberapa film seperti Kipas-Kipas Cari Angin (1989), Petualangan 100 Jam (2004), dan Get Married 3 (2011).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: