Mengungkap Sumber Pendanaan dan Gaji Ormas PP
Ormas Pemuda Pancasila/ilustrasi-ilustrasi-berbagai sumber
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Pemuda Pancasila (PP) adalah salah satu organisasi masyarakat (ormas) terbesar di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dan penuh dinamika.
Didirikan sejak tahun 1959, organisasi ini identik dengan seragam loreng oranye-hitam yang khas. Namun, belakangan ini banyak perhatian publik tertuju pada sumber keuangan dan sistem kerja anggota Pemuda Pancasila.
Melansir dari situs pilihprofesi, para anggota Pemuda Pancasila diketahui tidak menerima gaji sepeser pun dari pemerintah. Mereka bekerja secara sukarela untuk kepentingan bangsa dan negara tanpa memperhitungkan bayaran.
Meski demikian, banyak masyarakat penasaran apakah ada kompensasi yang diterima anggota PP ketika mereka bertugas membantu pengamanan, seperti saat hari raya Natal dan tahun baru.
Dalam sebuah video yang sempat viral di Twitter, seorang pria berseragam Pemuda Pancasila menjawab pertanyaan warganet terkait pekerjaan dan penghasilan anggota ormas ini.
Dengan nada bercanda, pria tersebut menyebutkan bahwa gajinya "masih dalam tahap penghitungan." Hal ini semakin menegaskan bahwa secara resmi, anggota PP tidak mendapatkan gaji tetap.
Sumber Keuangan Pemuda Pancasila
- BACA JUGA:Akhirnya Polisi Mengungkap Keberadaan Oshima Yukari, 3 Jenazah Korban Kebakaran Glodok Plaza Teridentifikasi
- BACA JUGA:Mensesneg Beberkan Rencana Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri
Seperti halnya organisasi masyarakat lainnya, Pemuda Pancasila memperoleh keuangan dari berbagai sumber yang tidak tetap. Beberapa sumber utama keuangan PP meliputi:
-
Iuran Anggota: Anggota PP diwajibkan membayar iuran sebagai bentuk kontribusi mereka kepada organisasi.
-
Usaha Sampingan: Beberapa anggota terlibat dalam pengelolaan usaha kecil-kecilan untuk mendukung kegiatan organisasi.
-
Sumbangan Donatur: Pemuda Pancasila juga mendapatkan dukungan dari para donatur yang bersimpati pada kegiatan mereka.
-
Sumbangan Warga: Dalam beberapa kegiatan sosial, masyarakat juga berkontribusi untuk mendukung kegiatan PP.
Menurut data dari film Jagal yang dirilis pada tahun 2012, jumlah anggota Pemuda Pancasila mencapai 3 juta orang.
Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soejosoemarno, bahkan menargetkan anggota PP mencapai 10 juta pada tahun 2024.
Dengan jumlah anggota yang besar, Pemuda Pancasila kerap terlibat dalam berbagai aktivitas sosial maupun pengamanan masyarakat.
Namun, persepsi masyarakat terhadap ormas ini tidak selalu positif. Berdasarkan berbagai postingan di media sosial, Pemuda Pancasila sering kali menjadi bahan lelucon, terutama terkait peran mereka dalam menjaga acara-acara besar seperti hajatan.
Beberapa masyarakat juga menganggap organisasi ini sebagai "ormas berkedok preman" karena ulah segelintir oknum yang melakukan aksi premanisme dengan dalih penertiban.
Kegiatan dan Kontroversi Pemuda Pancasila
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: