Dulu Garang Kini Lemas, Begini Tampang Pesilat Pengeroyok Pemuda di Ngawi Usai Diamankan
Dulu Garang Kini Lemas, Begini Tampang Pesilat Pengeroyok Pemuda di Ngawi Usai Diamankan--
radarpena.co.id - Media sosial baru-baru ini dikejutkan oleh video aksi brutal sekelompok oknum pesilat yang mengeroyok seorang pemuda di Pasar Kerten, Ngawi, Jawa Timur. Mirisnya, aksi kekerasan tersebut terjadi saat korban sedang membonceng ibu kandungnya pada Minggu 5 April 2026.
Kejadian bermula ketika korban dan ibunya dalam perjalanan pulang usai menghadiri kegiatan pengajian. Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan rombongan pesilat. Ketegangan muncul seketika karena korban kedapatan mengenakan atribut dari perguruan silat yang berbeda dengan rombongan tersebut.
Situasi yang semula hanya gesekan verbal berubah menjadi bentrokan fisik yang tidak seimbang. Korban yang tidak sempat menghindar terjebak di tengah kepungan massa. Para pelaku kemudian menyerang korban secara brutal meski sang ibu berada di lokasi yang sama menyaksikan langsung anaknya dianiaya.
Pelaku Berhasil Diamankan
Setelah video pengeroyokan tersebut viral dan memicu kemarahan publik, aparat kepolisian bersama warga bergerak cepat mengidentifikasi para pelaku. Melansir unggahan akun Instagram @faktaindo pada Selasa (7/4), dua pria yang diduga kuat terlibat dalam pengeroyokan tersebut akhirnya berhasil diringkus.
Berbeda jauh dengan aksi garang mereka saat di jalanan, kedua pria tersebut tampak terunduk lemas tanpa memberikan perlawanan ketika diamankan oleh petugas. Penangkapan ini pun menjadi sorotan luas di jagat maya.
BACA JUGA:Apakah McDonald's Produk Israel? Bongkar Fakta di Balik Isu Boikot yang Bikin Heboh!
BACA JUGA:Brutal! Konvoi Pesilat di Ngawi Keroyok Remaja dan Ibunya
Kecaman Pedas Netizen
Netizen Indonesia tidak tinggal diam melihat tindakan pengecut para oknum pesilat tersebut. Ribuan komentar membanjiri unggahan terkait, mulai dari sindiran terhadap kemampuan bela diri pelaku hingga simpati mendalam bagi sang ibu.
"Jika engkau bisa menggunakan beladiri dengan bijak, itulah silat... Tapi jika engkau malah menggunakan beladiri dengan brutal, itulah silit," tulis salah satu netizen dengan nada satir.
Banyak warga net yang juga menyoroti dampak psikologis bagi ibu korban. Netizen menilai trauma yang dialami sang ibu jauh lebih besar karena harus melihat buah hatinya diserang secara membabi buta di hadapan matanya sendiri.
Beberapa akun bahkan menandai langsung akun resmi Kapolres Ngawi untuk memastikan proses hukum berjalan tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk mencari kemungkinan pelaku lain yang terlibat dalam rombongan brutal tersebut.(*).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: