Viral Mobil 'Makan Bergizi Gratis' Jemput Penumpang di Bandara Lombok, BGN Bereaksi
Viral Mobil 'Makan Bergizi Gratis' Jemput Penumpang di Bandara Lombok, BGN Bereaksi--@tourslombok
radarpena.co.id - Jagat media sosial tengah heboh menyusul beredarnya rekaman video yang memperlihatkan sebuah mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga menyalahi prosedur peruntukan. Mobil yang identik dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut terekam menjemput penumpang di kawasan bandara.
Melansir unggahan akun Instagram @volunteer.netizen pada Rabu 2 April 2026, peristiwa tersebut terjadi di area kedatangan Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam potongan video yang viral, sejumlah orang tampak memasuki mobil dinas berwarna hitam tersebut. Netizen pun ramai mempertanyakan mengapa kendaraan negara untuk distribusi gizi justru beralih fungsi menjadi angkutan jemputan.
"Mobil SPPG atau mobil MBG digunakan untuk menjemput penumpang di area bandara Lombok. Banyak yang mempertanyakan apakah penggunaan kendaraan tersebut sudah sesuai peruntukannya atau justru disalahgunakan," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
BACA JUGA:Mencekam! Warga Batang Dua Ternate Berhamburan Usai Air Laut Naik Pasca-Gempa M 7,6
BACA JUGA:Ahmad Zaki, Guru SMP di Bojonegoro yang Viral Karena Lari ke Sekolah Pakai Seragam
Diduga Berlanjut untuk Wisata ke Pantai
Kecurigaan publik semakin menguat setelah muncul laporan bahwa mobil tersebut tidak hanya menjemput penumpang di bandara, tetapi juga melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata. Kendaraan operasional gizi tersebut disinyalir bergerak ke arah Pantai Malimbu, Lombok Barat, untuk keperluan pesiar.
Koordinator Regional SPPG NTB, Eko Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi laporan terkait dugaan pelanggaran ini. Ia menyatakan telah menerima aduan tersebut sejak beberapa hari lalu dan langsung mengambil langkah taktis.
"Laporannya sudah kami terima beberapa hari lalu. Kami juga sudah instruksikan ke wilayah untuk menindaklanjuti hal ini," ujar Eko dalam keterangan resminya, Selasa (31/3).
BACA JUGA:Viral Staf RS Datu Beru Aceh Tengah Joget di Ruang Operasi
BACA JUGA:Viral! Niat Rekam Momen Haru Suami di Halte, Wanita Ini Malah Diacungi Jari Tengah
Ancaman Sanksi Tutup Dapur Operasional
Eko menegaskan bahwa aturan penggunaan kendaraan SPPG sangat ketat. Kendaraan tersebut memiliki fungsi tunggal untuk mendukung distribusi makanan bergizi kepada masyarakat. Ia memastikan bahwa operasional di luar tugas pokok, seperti menjemput penumpang atau berwisata, merupakan pelanggaran berat.
"Mobil SPPG hanya untuk antar-jemput ompreng (wadah makanan). Kami tidak memperkenankan penggunaan untuk keperluan lain," tegas Eko.
Saat ini, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengidentifikasi nomor polisi kendaraan dalam video tersebut. Mengingat kualitas rekaman yang tidak terlalu jeli, petugas di lapangan sedang menyisir data seluruh mobil MBG di masing-masing satuan pelayanan di Pulau Lombok.
Eko juga mengingatkan para kepala SPPG bahwa sanksi tegas menanti bagi siapa pun yang lalai dalam pengawasan aset. Ia menyebut pihaknya tidak segan-segan menghentikan sementara operasional dapur SPPG jika terbukti terjadi penyalahgunaan kendaraan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: