6 Kelenteng Terbesar di Indonesia yang Jadi Destinasi Penting Selama Imlek

6 Kelenteng Terbesar di Indonesia yang Jadi Destinasi Penting Selama Imlek

Klenteng Sam Poo Kong Semarang-gwhay-radarpena.co.id

Kelenteng Chandra Nadi yang terletak di Jalan Perikanan, No. 10, Ulu, Palembang, merupakan salah satu kelenteng pertama yang dibangun di kota ini pada tahun 1773.

Selain menjadi tempat ibadah, kelenteng ini juga terkenal sebagai tempat wisata dengan berbagai tradisi dan kepercayaan yang berkaitan dengan kesembuhan penyakit.

Setiap tahun, kelenteng ini dihias dengan ribuan lampion yang memperindah suasana, terutama saat perayaan Imlek.

4. Kelenteng Tek Hay Kiong, Tegal

Kelenteng Tek Hay Kiong yang terletak di Tegal didirikan pada tahun 1690 dan menjadi bukti keberadaan masyarakat Tionghoa di daerah ini sejak zaman kolonial.

Kelenteng yang pernah direstorasi pada tahun 1873 ini dikenal dengan sebutan "Istana Tek Hay Cin Jin" dan menjadi salah satu kelenteng yang paling ramai saat perayaan Imlek.

Selain untuk beribadah, kelenteng ini juga sering digunakan untuk berbagai kegiatan kebudayaan dan tradisi Tionghoa.

5. Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang

Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang, yang dibangun pada tahun 1724, merupakan salah satu kelenteng yang paling terkenal di Indonesia.

Kelenteng ini terletak di Jalan Simongan, Bongsari, Semarang, dan memiliki sejarah panjang terkait kedatangan armada Zheng He (Cheng Ho) di Semarang.

Kelenteng ini terdiri dari empat bagian, yaitu Kelenteng Dewa Bumi, Kelenteng Juru Mudi, Kelenteng Sam Poo Tay Djien, dan Kelenteng Kyai Jangkar.

Selain sebagai tempat ibadah, kelenteng ini juga menjadi tujuan wisata yang populer, terutama selama Imlek.

6. Kelenteng Hong Tiek Hian, Surabaya

Kelenteng Hong Tiek Hian, yang terletak di Jalan Dukuh, Surabaya Utara, dibangun pada awal abad ke-14 oleh tentara Tartar pada masa pemerintahan Kaisar Ku Bi Lai Khan.

Kelenteng ini memiliki arsitektur pagoda yang khas dan menjadi salah satu tempat ibadah serta pusat budaya Tionghoa yang ramai dikunjungi.

Kelenteng ini juga terkenal dengan acara-acara tradisional Tionghoa, seperti pertunjukan wayang Pho Tee Hi dan perayaan Imlek yang selalu meriah.

Kelenteng-kelenteng ini bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kebudayaan dan pariwisata yang menghubungkan sejarah, tradisi, dan spiritualitas masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Setiap kelenteng memiliki ciri khas dan nilai-nilai yang telah diwariskan turun-temurun, menjadikannya tempat yang sangat berarti bagi umat Tionghoa saat merayakan Imlek.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait