Waspada! Modus Penipuan Baru di Gmail Bisa Curi Data hanya dari Sekali Klik Link
Modus penipuan baru di Gmail--Foto: Business Standard
Google mengklaim bahwa Gmail memblokir lebih dari 99,9 persen spam dan phishing. Mereka juga menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengenali teknik manipulasi tautan seperti ini. Namun tetap saja, para penipu selalu mencari celah baru.
Bahkan, pada 2020 lalu, para pakar keamanan dari KnowBe4 telah memberi peringatan bahwa metode hovering untuk memeriksa tautan bisa saja menyesatkan jika sudah dimanipulasi.
BACA JUGA:
- SIM Fisik vs eSIM: Ketahui Kelebihan, Kekurangannya, dan Kegunaannya
- WhatsApp Uji Fitur Baru! Kirim Foto dan Video Kini Tak Bisa Disimpan Sembarangan
Langkah Pencegahan untuk Pengguna
Agar tidak terjebak dalam modus ini, pengguna disarankan untuk:
- Selalu periksa URL dengan teliti – jangan hanya mengandalkan tampilan teks pada tautan.
- Gunakan aplikasi email resmi – dibandingkan membuka email dari peramban web, aplikasi di desktop atau ponsel cenderung lebih aman.
- Ikuti kuis phishing Gmail – Google menyediakan kuis untuk membantu pengguna memahami tanda-tanda email mencurigakan.
- Aktifkan verifikasi dua langkah – agar akun Gmail lebih terlindungi dari akses tidak sah.
- Jangan klik tautan dari pengirim tak dikenal – lebih baik hapus atau tandai sebagai spam.
Dengan memahami cara kerja modus baru ini dan mengikuti langkah pencegahan, pengguna bisa meminimalkan risiko jadi korban penipuan digital.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: