Doa Islam Tolak Bala Rebo Wekasan, Lindungi Diri dari Bencana
Amalan dan doa yang dapat membantu mengubah takdir menjadi lebih baik --iStock
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Setiap manusia berharap hidup dalam kedamaian dan perlindungan dari segala musibah.
Dalam ajaran Islam, doa menjadi salah satu benteng terkuat untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala bentuk keburukan, bala, dan bencana.
Anjuran untuk berdoa ini berlaku kapan pun, tidak terbatas pada waktu atau momen tertentu.
Namun, anjuran untuk membaca doa tolak bala sering kali mengemuka dalam tradisi Rebo Wekasan, sebuah tradisi yang lekat dengan budaya di beberapa wilayah di Indonesia.
BACA JUGA:Niat Shalat Sunnah di Hari Rebo Wekasan dan Keutamannya
BACA JUGA:Ketahui Pantangan dan Larangan serta Amalan di Hari Rebo Wekasan 2025
Mengenal Tradisi Rebo Wekasan
Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan adalah tradisi yang secara turun-temurun diperingati oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Tradisi ini jatuh pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah.
Berbagai sumber historis menyebutkan bahwa tradisi ini berkembang dari keyakinan bahwa pada hari tersebut, Allah menurunkan takdir buruk atau musibah (bala’) yang berjumlah besar ke muka bumi.
Meskipun asal-usulnya berasal dari tradisi lokal, umat Muslim menyikapinya dengan cara yang selaras dengan ajaran Islam.
Para ulama, khususnya dari kalangan tasawuf, menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada hari tersebut, seperti salat tolak bala, sedekah, dan tentunya, membaca doa-doa khusus untuk memohon perlindungan.
Mereka berpendapat bahwa meskipun keyakinan tentang hari "turunnya bala" ini merupakan bagian dari tradisi, memperbanyak doa dan ibadah adalah amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, termasuk saat Rebo Wekasan.
Intinya alih-alih meratapi atau takut akan "hari sial," umat Islam justru memanfaatkan momen ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: